Sunday, December 8, 2019

Hijrah

Ada beberapa wanita, sibuk membentuk tubuhnya (termasuk aku)
Agar eksotik ada yang berjemur di pantai.
Ada pula  yang sebaliknya, selalu berpayung agar tetap tampak putih.
Semua tiada maksud untuk menjaga raga.

Jikaaaa...aku tak ada

Lolita, kucing betinaku.
sangat suka tidur di kamarku. Apalagi dinyalain AC, betaaah, hanya mau makan, pip dan pup, baru keluar kamar.

Sekali-kali adu adrenalin, ribut dengan kucing stray. Lolita akan mengeram, bersuara lantang. Mendengar suara, jantan-jantan langsung kabur, lalu Lolita berjalan masuk rumah dengan gagahnya. Betina dominan...tapi tetap lucu

Kalau pintu kamar tertutup, Lolita  akan duduk di depan pintu kamar, sampai pintu dibuka.
Suaranya lembut dan manja...
Selalu begitu.
Dialah...yang menemaniku, setiap saat. 
Dialah biang  kerinduanku untuk segera pulang. Rinduuuuu.
Usianya 6 tahun saat ini, Indukkan yang sangat menyayangi anaknya yang sisa satu.
Diapun sangat menyayangiku. Terlihat, di mana ada aku, Lolita selalu ada.

"Bu, kucingnya ngeong terus, mau masuk kamar. Cari-cari ibu."
Itu kata Wati, dia yang mengurus semua kucing kalo aku keluar kota.
Sedih mendengarnya.
Karena memang kamar utama itu aku kunci kalau tak di rumah. Lolita akan setia di depan pintu kamar.

Kalau aku pulang ke rumah setelah lama bepergian, kucing gemuk itu terlihat kurus, kempes.
Padahal makannya sama seperti biasa.
Dia kurus karena rindu dan kurang kasih sayang.
Semua kucing menjadi kurus, Lolita dan kawanan.

Biasanya sebelum sampai rumah, aku singgah ke pet shop, beli wet food buat mereka. Senang sekali saat mereka menanti aku pulang. Berkeliaran mengelilingi aku. Rinduuu.

Kenapa hari ini aku berpikir (aku sedang sakit, lemas dan sakit kepala tak jelas)
Jika kelak, tiba-tiba aku kembali ke Rahmatullah.
Semoga kucing-kucing ini ada yang merawatnya, ada sih Ica anakku, tapi sayangnya tak seperti aku.

Kucing ku sayang
Jika aku pergi.
Mari kita pergi bersama ya.

Cerita Ngalor Ngidul

Matahari minggu ke dua Desember, pagi ini cukup bersinar.
Sayang, bunga Garlic Unggu tak bermekaran, hujan membuatnya tak bisa bertahan, bunga rontok sebelum waktunya.
Kalau mekar sempurna, bunga itu cantik sekali, kata orang yang melihatnya, serasa di Jepang.

Saturday, December 7, 2019

Sederhana itu nikmat.

Kang..
Tak perlu resah, tak membelikan tas branded  untukku.
karena aku seorang crafter, aku lebih suka tas handmade tanpa merek terkenal. Aku suka membuatnya sendiri.
Aku tak perlu tas mahal. Tak perlu.
.

Wednesday, November 13, 2019

Tiba Waktunya Coki menjadi Kucing Dewasa

Salah satuku ada yang sangat manja, namanya Coki Toti, berbulu oren loreng atau coklat muda.
Wajahnya aleman. Dia jantan, tapi berwajah manis.


Aku menamakan coki, kebetulan ada teman yang memberitahu Coki dalam bahasa Bugis artinya Kucing.

Ketika Kucing Memilih Jalan Hidupnya

Dua hari ini hujan deras hingga malam.
itupun aku keluar rumah membawa dry food untuk Emilie.
Kucing pendiam itu tak menyahut.
Malam ini, hujan turun, aku tetap pergi berpayung dengan semangkuk makanan.
Berkali memanggil namanya.
Miliiiii, Emiliii.

Hening.
Akhirnya, aku duduk di warung pinggir, sabar menunggu.
Tiba-tiba, suara yang sangat ku kenal, Emilie.
Makan di kebon belakang

Jarang-jarang dia keluar mendekat kekumpulan orang, kucing ini penakut. Pasti dia sangat lapar.Segera ku taruh makanan berlahan, kalo tidak Emili akan lari ketakutan.
Kucing betina ini sudah dua tahun minggat dari rumah sejak ada kucing baru di rumah, Lolita yang beranak di teras. Emili tidak menerima kedatangan teman baru. Ia memilih hidu di luar rumah.
Awalnya, ia masih takut-takut pulang, hanya sekedar makan.
Langsung kutaruh dikamar supaya betah.
Ditinggal sebentar, Emilie, sudah kabur kembali.
Sedih...
Lama kelamaan Emilie tak mau pulang.
( Baca tentang Emilie )
Sejak itu, aku dan anakku Ica rutin memberinya makan di luar, berpesan pada lingkungan dimana Emilie bersembunyi. Kadang di rumah gedung yang teramat sepi.
Jangan memukulnya. Kenyataan Emili mirip hantu, jarang terlihat dan selalu bersembunyi.

Malam ini, sambil mengunyah, Emilie melahap makanan dengan mengeluarkan suaranya..
Lalu aku beranjak pulang, ia tetap berdiri di ujung jalan...masih lapar.
Berlari aku pulang, menuang dry food semangkuk penuh lagi dan sepotong besar tongkol.
Kucing itu tetap menunggu di ujung jalan, sepertinya tau aku akan datang lagi.
Benar, ia sangat kelaparan. Diantara hujan sambil berpayung, jam 21.00...hanya aku yang ada disitu, memandang pedih kucing kesayangan itu. (Baca: Emilie Penyendiri)
Pulang ke rumah yuk, Mili.
Kadang kita tak bisa berbuat apa-apa, kucing pun dapat memilih jalan hidupnya, tetap di dalam rumah, atau pergi dan bersembunyi.
Mengapa kucing memilih hidup di luar rumah.
- Cemburu dengan kucing baru di rumah
- Merasa terancam
- Tipe kucing, penyendiri.
- Takut
Apapun upaya untuk membuatnya kembali, dengan terus membelainya seperti pada Bonie. Tapi Emilie, bersikap melawan, mengigit kalau dipegang. Hingga aku tak bisa memaksanya untuk pulang.
Demi dikau sayangku, setiap malam, aku selalu memberinya makan, itupun kalau suasana sudah sepi sekali sekitar jam 8 malam keatas, baru Emilie muncul.
Pagi hari, Emilie akan bersembunyi. Entahlah, ini sifat diturunkan dari ibunya, Pusi, hingga saat ini, induknya pun tak bisa aku pegang.
Emilie, jika itu pilihanmu, bebas berbain di alam luas.
Pandai/pandailah menjaga diri.
Aku tetap memberinya makan setiap hari, bagaimanapun, engkau adalah bagian dari keluarga ini.
Doakan, kelak Emily mau pulang ya
Hampir dua tahun, Emily seperti ditelan bumi. Dimana berada ...Mungkin, ia telah berlari di antara pepohonan di taman Firdaus, tak.ada lagi rasa cemas.

Pergilah, sayangku




Sunday, June 23, 2019

Jamilah: Adakah Cinta

Part 4
Empat tahun telah berlalu.
Waktu pula yang mengobati dan menyatukan serpihan hati yang retak.
Waktu pula yang membawa kehidupan Jamilah untuk bangkit dalam kemandirian.
Keterpurukkan perkawinan mengajarkan banyak hal untuk menata kehidupan kembali