Sunday, June 7, 2015

KEHAMPAAN

Temaram kota, lampu jalan kuning.
Suara lalu lalang begitu bising.
Dibangku taman, Laila duduk.
Hampa dan sendiri.
Tiba-tiba, semua melintas dalam benaknya.
Tiga tahun yang lalu.
Laila tersipu, pandangannya mengudara.
Dinding penuh kerlip kuning gading.
Rambutnyaa berhias kembang goyang.
Jemarinya yang selalu dipuja kekasih hati
"Dik,  jarimu berujung lancip," puji Sopian. Kala berdua, saat mereka bertemu.

Saturday, June 6, 2015

Virus Cinta si Kucing Kampung

Iiih...soal kucing aja jadi masalah. ?
Kucing kampung lagi.Gitu aja ribut.
Biasa aja kaleeee, jangan di dramatisir.
Itu kalimat, dari orang yang tidak suka kucing. Jadi, aneh melihat adanya petisi terhadap pelecehan kucing kampung.

Wednesday, June 3, 2015

Kerinduan seekor Kucing

Aku berdiri di depan pintu rumah.
Tiba setelah tiga jam naik kereta.
Aku berdiri di samping Mamaku.
Lelah, tapi bahagia.
Didepan pintu aku memanggilnya.
"Megumi..."
Kucing jantan itu memandang sejenak.
Diam, ke kiri, ada aku, kekanan mamaku.
Megumi, kucing kesayangan mamaku.
Setia menemani, kala Mama sendiri.
Selalu tidur di kamar.

Saturday, May 30, 2015

Mengengam asa

Asmara, berlumut di ujung hati
cahaya asaku memburai
serasa abu-abu
bertahan atau....
Kupilih dirimu.
dipucuk hatiku.
terkadang mulai goyah
mengengam atau..

Friday, May 29, 2015

Megumi, Kucing Nenek

My Cat Story


Megumi....
Nama cantik kuberikan.
Nama jepang, yang berarti : terberkati.
Megumi, Kucing Nenek.
itu kata ke delapan cucu mamaku.
Teman setia, di kala sendiri.
jika tak pulang, Mama resah menanti.
Megumi, tidur di samping mama.
Setia dan selalu menanti Mama pulang.


Megumi, setahun tak terasa.
kucing kecil di antara tumpukan kayu bakar.
bergumul dengan abu.
Megumi.
Kucing Nenek.

Wednesday, May 27, 2015

Lima Menit

Melirik di ujung mata
sambil menunduk...
memperhatikan seluruh gerak
kerling sekedip.


Gelisah, kau di ujung meja
tarikan nafasmu tak tentu
hembusan bakau...huh!
gelisah, seteguk kopi
tak jua menyembunyikan
seluruh gejolak hati.

kau, dalam lima menit.
tak jua tenang
aku di sini.
sekedip
mengerling di ujung mata

Monday, May 25, 2015

Angin Semusim


bulir hujan seribu rindu
duhai, gembur hatiku
rinaipun, masih tersisa
senja memeluk hari
wangi tanah basah
Lunasi nyanyian rindu