Sunday, April 26, 2015

Doaku Untukmu

Tuhan...
Jagalah dia selalu.
berilah kesehatan
Rezeki yang halal.

Tuhan
Jagalah dia selalu
dengan limpah rahmat
hidayah yang banyak

Tuhan
Berilah kami waktu
saling menjaga
saling mendoakan
Kini, jauh di ujung benua
Sendiri
memandang hari
melintas waktu
mencari kehidupan
"Wish you here with me Now"
Semoga. Tuhan mengabulkan
seluruh doa...hope and pray

Friday, April 24, 2015

START FROM GROUND ZERO AGAIN


Dua puluh dua tahun, waktu yang tidak sebentar untuk berumah tangga
Segalanya telah dilakukan, bersabar, memaafkan, berharap dan berdoa,
berusaha untuk mencoba dan terus mencoba, agar tidak ada penyesalan.
Segudang lebih kesabaran, sekuat karang untuk selalu tegar

Terus berlalu, dalam sandiwara yang entah kapan usai.
Derai tangis seakan kering, entah kapan berakhir
dalam kepiluan, dan beban yang ditutup sendiri.
Kapankah semua berakhir...berharap berakhir indah
tak terasa begitu lama waktu membawaku didalamnya
berdoa dan sholat lail adalah tempat setia mengadu kepada kekasih hakiki
Hanya kepada Allah, aku memohon jawaban terbaik untuk hidupku
"Jika dia jodohku, panjangkan hingga akhir usia dan jika dia bukan lagi jodohku,
inilah jalan yang terbaik untuk mencari kebahagian "

Wednesday, April 22, 2015

Menanti Jawab

Semburat jingga melebur di ufuk
berlari bersama waktu
tak perlu di nanti
akan ada masa, silih berganti
ku tetap disini
setia menanti.
Tak ada janji, hanya menanti.
Melangitkan doa
Menyebut asma-Mu
Melantunkan kalam Illahi
terus dan terus bersujud

Saturday, April 18, 2015

Secangkir Green Tea Latte

Sungguh, aku malu-malu
ragu.
mengatakan padamu.
Bergetar tubuhku
berdebar hati,  deras darah mengalir
menahan rindu
Kang...
aku malu
hanya tersipu...
merona wajahku
berdebar hatiku.

Thursday, April 16, 2015

Dalam keraguan...

I love you
I miss you, darl.
...
Kata yang terlalu sering di ucapkan.
Pada teman, siapa saja.
kata itu, menjadi biasa.
kata itu, menjadi kehilangan makna.
ku tak tau, benarkah kalimatmu.
I love you.

Monday, April 13, 2015

Bangku Kosong

Menatap masa depan
bisakah?

Kuawali dari titik nol, kembali
saat rambut keperakan
bisakah?

Masih tersimpan asa
di lubuk hatiku
Memulai di usia lepas 40-an
life must go on.

Saturday, April 11, 2015

Sketsa

Tataplah aku, batinku lirih.
Izinkan, sekejap saja.
Menyelami kedalaman matamu.
ada keteduhan,
bagai samudra
Uh! degup jantung menghiba
Kau tetap menunduk
izinkan, selintas.
mengembuskan embun di kalbu
titiknya lama tlah mengkristal
lama, ku simpan, tiga bulan ini.