Saturday, November 2, 2013

BATU BANAMA BUKIT TANGKILING



     Hampir dua puluh lima tahun aku tidak berkunjung di Bukit Tangkiling, Desa Tangkiling.
Pada tanggal 24 Maret 2013, barulah aku berkesempatan berkunjung ke batu Banama.
Sedari kecil dalam ingatanku hanya bukit Tangkiling ini saja objek wisata yang populer
dan tempat satu-satunya yang didatangi, jarak lebih kurang 34 km dari kota Palangka raya.
Sayang...objek wisata ini kurang terawat
Tulisan nama Batu Banama saja terbuat dari kertas yang dilapisi plastik seadanya ditancap dengan kayu..kupikir kalau tersenggol saja ini plang nama bisa jatuh.
Kenapa tidak dibuat lebih permanen?


     Aku berdarah Sunda dan beribukan Dayak Ngaju. Ayah ibuku akan mendongengkan cerita masing-masing daerahnya. Ayahku bercerita tentang Legenda Tangkuban Perahu tentang Dayang Sumbi dan anaknya Sangkuriang , sedang ibu bercerita tentang Batu Banama tentang Bawi kuwu dan anaknya.
Legendanya ternyata hampir mirip tentang perahu (banama) yang terbalik dan menjadi batu, serta cinta terlarang antara ibu memiliki rahasia selalu yang awet muda dengan anak laki-lakinya serta luka parut dikepala sebagai tanda penyadaran diri, ini adalah anaknya...
cerira Legenda memang menarik, benar atau tidak.
Wallahu a'lam bish-shawab

***

LEGENDA BATU BANAMA


     Tersiar kabar sebuah kapal besar (Banama) berlabuh di tepian sungai Sebangau, kapal yang membawa muatan dagangan dan jual beli hasil bumi berasal dari negeri Cina. Nahkoda kapal seorang pemuda yang gagah perkasa dan sangat tampan bernama Killin.
Wanita cantik itupun  bergegas untuk menjual barang hasil buminya terutama tenun kainnya yang sangat indah..kecantikannya sungguh mempesona bagi Killin, dan dengan serta merta ia melamar wanita itu. Sesungguhnya wanita itu enggan atas ajakkan pemuda tampan karena dirinya seorang janda. Wanita berparas cantik itu bernama Bawi Kuwu.
Namun apa daya Killin sedang dimabuk asmara dia tidak perduli akan hal apapun, Dia tetap berkehendak mengawini wanita cantik itu
     Akhirnya Bawi kuwu di bawa masuk ke dalam kapal setelah pernikahan dilangsungkan.
Sebelum berangkat keperaduan, Killin merebahkan kepalanya di dada istrinya. Bawi kuwu membelai mesra rambut suaminya dan..tiba -tiba ia kaget melihat bekas luka di kepala suamianya
" Suamiku, kenapa ada luka di kepalamu "
Killin bercerita masa kecil saat usianya 6 tahun dahulu, Saat pulang bermain Killin merasa lapar, dan saat itu Bari sanga (nasi goreng tanpa minyak) yang dimasak ibunya belum masak.Killin tidak sabaran menunggu karena kesal ibuku memukulkan sunduk ( alat untuk mengoreng) kepalaku hingga luka dan berdarah. Aku merasa ibuku tidak mencintaiku, aku berlari ke dermaga, dan untung ada saudagar Cina yang membawaku pergi.
   Alangkah pucat wajah Bawi kuwu, dipandangnya suaminya seakan tidak percaya
" Aku ini ibumu,nak. Aku yang memukulmu "..dan Killin lebih tidak percaya dengan marah ia berkata " Bohong !!!l ibu pasti sudah tua dan berkeriput..Mustahi kau adalah ibuku.. "
" Kecantikanku adalah anugerah dari Ranying hatata Langit. Kau adalah anakku .  jangan nak ini Pali "...Pali (Pantangan/tidak boleh)
Killin tetap tidak percaya sebaliknya ia menertawakan dan menantang ,
" Jika perkataanmu benar, biar Raying Hatata Langit yang membuktikannya "

     Esok hari di gelar upacara meriah  dan mendirikan Sangkaraya yang sangat tinggi. Gong di bunyikan semua orang kampung di undang dan menikmati hidangan yang disediakan
Setelah upacara itu usai, tiba-tiba langit manjadi gelap dan kilat menyambar, langit seakan mengulung,,dalam ketakutan Killin berlari kedalam kapalnya (Banama ) dan tiba-tiba kapal itu berubah menjadi Batu (Basaluh) hingga dikenal Batu Banama ..batu yang berbentuk kapal.
Dan Sangkaraya yang tinggi berubah menjadi bukit..Bawi Kuwu pun terperangkap didalamnya dalam keadaan hidup-hidup. Konon jika masyarakat memasukan benang ke dalam lubang maka keesokkan hari benang menjadi kain tenun yang sangat indah. Masyarakat pun memberi makanan dan minuman serta sirih pinang sebagai bentuk terima kasih.
Konon peristiwa ini terjadi pada Dinasti Tang, Pengabungan Tang dan Killin. Penyebutannya berubah menjadi  Tangkiling.

     Inilah Legenda tentang Batu Banama..kisah cinta terlarang Bawi Kuwu dengan Tangkiling.
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam cerita ini.
Ada hikmahnya dari legenda ini,  sungguh berat ternyata jika wajah tak penah menua, resep awet muda yang membuat anak sendiripun tidak percaya.
Tetap semangat walau ada keriput diwajah, karena itulah kecantikan yang sesungguhnya.

***







No comments:

Post a Comment