Thursday, September 10, 2015

Kinkun, the Last Generation

Kinkun, kucing baik itu telah pergi.

Sedihku tiada terkira. Kinkunku telah pergi.

Berulang kali, aku meyadarkan diri, bahwa Kinkun benar pergi. Begitu mendadak.

Pagi itu, di bulan Agustus 2015.
Kinkun ditabrak motor. Teriakkan tetangga menyuruh berhentipun tak di ubris.Tetap saja pengendara motor tetap melaju kencang. Aku menangis, ternyata  kucing yang mengelepar itu, Kinkun.
Ia mati seketika. Aku hanya memaki, membatin, semoga karma untuk pengendara itu...Sudah berulang kali aku kehilangan satu persatu kucing baikku. Kehilangan yang tak bisa cepat lupa dalam ingatanku.
Uncrit dan Mbing mengempeng di Mak Kikun

Saturday, September 5, 2015

Alternatif terakhir membawa Kucing

Setelah hampir 20 hari di kampung halaman, aku harus balik lagi ke Bogor. Soal pulang pergi Cirebon-Bogor, biasanya gampang, tinggal naik kereta api, selesai.
Neko Hameri, siap berangkat dari desa Cikalahang ke Bogor
Masalahnya, aku nemu kitten Neko Hameri, di buang  di jalanan depan rumah. (Hadeuhhh...kenapa harus di depan rumah orangtuaku) masih piyikkk, usia sekitar 2 mingguan, jalan aja masih merangkang.  Nggak mungkin, kan, aku tinggal begitu saja di rumah Mama, nggak ada yang bisa merawatnya. Itupun, syukur alhamdulillah, Neko bisa bertahan sampe kini 4 minggu.
Nah, ini masalahnya. Neko Hameri Si kucing lokal, mau dibawa pakai apa, naik kereta api atau bus umum.

Monday, August 31, 2015

Kenapa Kucing, datang ke kita?

"Kenapa ya, kok orang buang kucing," tanyaku pada si Akang.
"Yaiiyalahhh, mana ada orang buang uang." Heudehh, jawabannya itu, memang sih masuk akal. 
Tapi tetap aja, kenapaaa?
Kenapa kucing datang ke tempat aku?  kenapa kucing datang ketempat kita?


Kenapa?
Wajarlah, aku bertanya, kenapa? sebagai manusia bisa juga lelah. Jerit tangis meminta susu atau apa-apalah, butuh ekstra sabar. Apalagi ini bayi kucing kampung...Harus ikhlas dan tulus.
Pernah, suatu ketika, aku bingung banget. Baby Neko Hameri menangis terus, dikasih split susu, nggak mau(belum diberi dot waktu itu). Apa sakit perut atau lapar. lalu aku minta tolong, mencari indukkan kucing, cuman nitip sebentar, nanti aku ambil lagi. Ada sih, tanggapan dari seorang dalam komunitas, malah kasih nomer di kolom komentar. Setelah di cek orang yang mau menolong, herannya, malah jualan hamster. Mana kucingnya? Akhirnya, nggak jadi, trus aku berusaha sendiri menghentikan tangisnya, tanpa sengaja, aku menyodorkan jari kelingkingku. Ealahhh, Baby Neko, cuman mau ngempeng.

Saturday, August 29, 2015

Neko Hameri Kitten, di usia 4 Minggu

Masih ingat, tulisanku, tentang: jangan buang bayi kucing.

Ku tulis, tepatnya, Senin, 17 Agustus 2015 di Hari Kemerdekaan Indonesia... Kemerdekaan, bagi manusia berhati keras, dimaknai, dengan 'tega',  melempar bayi kucing berusia 2 minggu, di pagi buta.
Neko ku sayang
Dialah, Neko Hameri. Bayi kucing itu.
Kuberi nama yang cantik , Neko artinya Kucing. Hameri, singkatan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Bayi itu, sebelah kanan tubuhnya terdapat luka-luka, khususnya di atas pelipis mata. Bulunya  berwarna campuran orange muda, putih dan abu-abu tertutup debu jalanan yang kering. Matanya saja belum sempurna terbuka. Matanya masih tampak sipit. Tangisnya serak menembus pagi.

Thursday, August 27, 2015

Kucing Odd eye dihibahkan, karena tak laku jual,

Judulnya rada anehkan
kucing odd eye, tak laku dijual?


Masa sih, sampe nggak laku dijual? Kucing bermata cantik dan aneh, apalagi ini, jenis anggora longhair, white solid...Ckck, apa musabab sampe dihibahkan?

Odd eye cat, secara harfiah adalah kucing bermata aneh, karena warna mata yang berbeda, biru dan non biru(hijau). Perbedaan warna mata dipengaruhi oleh pigmentasi pada iris matanya dan juga refleksi ataupun absorbsi dengan cahaya yang ditangkap oleh mata kita. Odd eye, ditemui pada semua jenis kucing, baik longhair dan shorthair.
Oddie
Ini kisah tentang Oddie kecil.
Kucing berbulu lebat berwarna putih. Namanya, Oddie, sesuai dengan kedua matanya yang berbeda warna, odd eye.
Wajahnya, seakan tersenyum.
Sayang...nasibnya, tak semanis senyum itu.

Tuesday, August 25, 2015

Kenapa sih suka membedakan kucing ras dan dome

"Iihhh, inikan kucing kampung, murahhh tau. Dikasih juga enggak bakal mau, eikeh. Banyak noh! dijalan. Lihat nih, kucing eikeh, kucing anggora, mahallll tau!". Pernah mendengar kalimat itu, sering ya...Kalimat dari golongan pencinta kucing ras. Kucing kampung tidak ada dalam koleksi kucingnya.

Yang nyesek tuh! setiap saya beli makanan kucing jenis mahalan dikit (df). Pasti deh, sesama pembeli langsung nanya," Buat kucing ras, ya, Mbak?"
Spontan saya jawab, "Nggak, Mbak. Ini buat kucing domestik. Biar juga dome, saya sih, kasih makan dan perawatan, yaaa nggak kalah kelas deh sama kucing ras. Kucing  saya sehat dan gemuk. sudah disteril semua..."

Terus saya sadar sendiri, dia nggak nanya, kok, saya jawab puaannnjang banget. Maklumlah, sedikit emosi. Kenapa sihhh, harus membedakan, mana kucing Ras dan kucing Domestik...#Pake istilah 'dome' biar kekinian dan mengangkat derajat kucing kampung. Terus saya sadar lagi, mungkin beberapa orang belum tau. Mereka kira, dryfood makanan khusus buat jenis ras, kalo kucing dome, cukuplah dikasih nasi dan ikan cue.

Monday, August 24, 2015

Jika kamu menjadi seekor kucing...

Bagaimana jika kita, manusia bertukar tempat menjadi kucing?
Kita bayangkan dan meresapi hati menjadi seekor kucing.

Kucing ras berbulu panjang, ditaruh dalam kandang dan di pajang.
Hanya bisa berjalan tiga langkah.
Kemudian, terpaksa tidur seharian.
Itupun, di anggap kucing pemalas.
Bagaimana bisa berlari riang, teruji kandang membatasi gerak.
Bagaimana, bisa bergelut senang, Aku, selalu sendiri dan terus sendiri. Sendiri...