Monday, August 31, 2015

Kenapa Kucing, datang ke kita?

"Kenapa ya, kok orang buang kucing," tanyaku pada si Akang.
"Yaiiyalahhh, mana ada orang buang uang." Heudehh, jawabannya itu, memang sih masuk akal. 
Tapi tetap aja, kenapaaa?
Kenapa kucing datang ke tempat aku?  kenapa kucing datang ketempat kita?


Kenapa?
Wajarlah, aku bertanya, kenapa? sebagai manusia bisa juga lelah. Jerit tangis meminta susu atau apa-apalah, butuh ekstra sabar. Apalagi ini bayi kucing kampung...Harus ikhlas dan tulus.
Pernah, suatu ketika, aku bingung banget. Baby Neko Hameri menangis terus, dikasih split susu, nggak mau(belum diberi dot waktu itu). Apa sakit perut atau lapar. lalu aku minta tolong, mencari indukkan kucing, cuman nitip sebentar, nanti aku ambil lagi. Ada sih, tanggapan dari seorang dalam komunitas, malah kasih nomer di kolom komentar. Setelah di cek orang yang mau menolong, herannya, malah jualan hamster. Mana kucingnya? Akhirnya, nggak jadi, trus aku berusaha sendiri menghentikan tangisnya, tanpa sengaja, aku menyodorkan jari kelingkingku. Ealahhh, Baby Neko, cuman mau ngempeng.

Tentu, banyak juga catslover, yang mengalami kejadian seperti ini.Dengan tulus, dasarnya sih, nggak tega, menampung dan merawat bayi-bayi kucing telantar. Banyak bayi kucing lokal, yang  dibuang, atau indukkannya mati. Kadang, banyak juga, yang sengaja naruh di teras rumah, trus kabur. 
Herannya, mata ini, kok tauuu aja, ada kucing terlantar, telingga ini tau aja ada tangis bayi kucing. Herannn banget, panca indra langsung 'awas' menyangkut  hal-hal per-kucingan.


Kadang, sebagai manusia, merasa lelah, sangatt lelah, bukan tenaga dan perasaan saja yang habis terkuras, juga biaya yang utama, beli makanan, vitamin dan biaya ke dokter jika sakit. Itu butuh keikhlasan luarbiasa. Tak jarang, rela keluar rumah kalo makanan kucing habis. Demi kucing, sampe rela mengeluarkan biaya ke dokter yang tarifnya tak pernah murah.
Apalagi, jika hendak berpergian jauh, yang pertama, dimana menitip kucing, makanan harus tersedia. Nah tuh, dikira gampang apa, merawat kucing. Namun, kembali ke hati nurani, mana tega membiarkan kucing kucing kelaparan, sakit dan mati.

Sebenarnya,sih, tak masalah, cape hati dan uang, asal ada dukungan keluarga dan lingkungan untuk bersama merawatnya.Satu pikiran, saling mencintai, saling mendukung, itu sudah merupakan penghargaan dan bentuk sokongan terbesar dalam mengurus kucing terlantar.
Terutama lingkungan tempat tinggal, bersyukur sekali jika memaklumi keberadaan merema,  paling tidak menganiaya, menyiksa, cukup membiarkan kucing-kucing aman saja, itu sudah syukur teramat sangat. Karena banyak kasus, tetangga tidak suka, lalu membuang bahkan meracun kucing...#Emangnya kucing itu tikus, pake diracun segala.

Kembali, ke pertanyaan awal.
Kenapa kucing mendatangi kita?
Akhirnya aku simpulkan sendiri.
- Mereka datang karena sudah ketetapan Allah azza wa jalla. Kucing sebagai makhluk Allah, punya nurani untuk memilih dan mendatangi, manusia berhati lembut, yang bersedia menerima dan berbagi.

- Dalam setiap rezeki dari Allah, tidak semua milik kita, sebagian milik orang lain, termasuk makluk Allah yang bernama kucing. Dengan berbagi rezeki,  Allah akan memberikan kebaikkan rezeki yang lebih banyak dan barokah. 
Kucing itu tak meminta banyak, hanya sedikittt, bahkan cuman sisa makanan, tak membuat manusia jatuh miskin.Apa susahnya berbagi.

- Aku menyakini, akan ada rahmat dan rezeki yang datang dengan rela merawat kucing terlantar. Jangan pernah takut tak bisa makan karena merawat kucing, rezeki Allah tak akan salah alamat. Yang terpenting, tetap yakin, Allah Maha Pemberi Rezeki.

Penyadaran diri, setelah merenung, sambil memandang mata Baby Neko Hameri, yang pulas sambil mengisap susu dari botol dot.
"Semoga Allah, memberi rezeki dan mengabulkan doa kita ya, Neko"

Jika, kucing itu bisa bicara, pasti terdengar meng-Aamiin-kan doa ini.
Namun, aku yakin ia pun berdoa, sekalipun tak ku dengar.


Tetap semangat untuk perduli kawan Catslover. Berilah sedikit rezekimu, sekalipun pada seekor kucing.
Yakinlah, Allah akan memberi lebih banyak rezeki. Aamiin.

#Catatan Neko Hameri
Desa Cikalahang, Cirebon.
Di akhir bulan, 31 Agustus 2015.


15 comments:

  1. masya Allah.. Neko Hameri imut bgt.. ^^

    sedih ya kalo lihat bayi kucing dibuang.. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Annisa, baru 2 minggu kurang. baru gigi susu yg tumbuh

      Delete
  2. Di toko saya juga sering kedatangan kucing yang dibuang sama pemiliknya. Anak saya suka tapi saya agak gimana gitu, jadi ndak pernah saya rawat. Paling menyerahkannya sama orang yang mau. Ga tega juga kalau liat keliaran di jalan raya. Ada yang ketabrak kendaraan lewat, ngeriii

    ReplyDelete
  3. Kucing penyebab toxoplasmosis bukan sih mb?
    Aku suka kucing tapi ragu memeliharanya karena takut kena toxo :)

    ReplyDelete
  4. Kucing penyebab toxoplasmosis bukan sih mb?
    Aku suka kucing tapi ragu memeliharanya karena takut kena toxo :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kucing bukan satu-saunya hewan penyebab toxso. Peringkat tertinggi penyebab itu anjing, burung. Ada kesalahan, selalu kucing menjadi sumber toxso, padahal tidak. kan tergantung perawatan ownernya. Salam...

      Delete
  5. Kucing bukan penyebab toxoplasma, @bisnisonlen. Smua tergantung dr ketahanan fisik qta n gmn qta ngerawat kucing² qta. Buktinya saya baik² aja ampe detik ini ga pnah terserang penyakit ygvdisebakan kucing, skr umur sya 30th. Dr 10th yg lalu sya hidup bersama rombongan kucing stray. Tidur 1 kasur, sya peluk² cium² dan saya tetap baik² aja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benarr, sya juga sedari kecil, hidup dikelilingi kucing, Alhamdulillah sehat sehat saja

      Delete
  6. Sebenarnya buat yang ga tega dan masih peduli sama kucing, tidak harus memeliharanya. kasih makan dan obati kucing, setelah itu dilepas juga bisa.
    Atau kasih makan kucing, dimana kita ketemu
    Banyak cara untuk menyayangi kucing ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar...menjaga mereka untuk tetap survival saja sudah bentu keperdulian ya Mbak.

      Delete
  7. Lain kali klo si hitam datanf kukasi ikannklo gitu

    ReplyDelete
  8. Lain kali klo si hitam datanf kukasi ikannklo gitu

    ReplyDelete
  9. Lain kali klo si hitam datanf kukasi ikannklo gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulilah. Bershadaqoh bukan dengan manusia saja, termasuk jjuga dengan hewan. Salam ya

      Delete