Tuesday, May 17, 2016

Perang Batin, Deportasi Kucing

Ada satu kucing betina tua dan liar.
Hampir 4 tahun dia berada di sekitar teras rumahku. Tak pernah bisa ku pegang, didekati, pastiiiii langsung lari tunggang langgang. Entah apa yang dibenaknya, atau kejadian apa yang membuatnya begitu trauma.

Pusi, kuberi nama.
Sekalipun tak mau berteman, tetap saja, aku beri makan di teras.
Lahir beberapa anak, seperti Emili, yang sama penakut dan pengugup.
Emili, betina steril memilih tinggal di luar. Sama dengan ibunya, tak bisa berkumpul dengan kelompok.

Sepertinya, Pusi enggan melahirkan, satu persatu anaknya di biarkan lahir dan ditinggal begitu saja.
Kemana naluri keibuannya, tak pernah mencintai anak-anaknya.
Yang tersisa hanya Meri Mouse, ukuran tubuhnya sebesar tikus.
Meri pun, lebih suka tinggal di sekitar teras, ia juga kekurangan cinta kasih ibunya...Entah, kenapa Pusi acuh dengan anaknya.

Yang membuat pusing, setelah lepas nifas, musim kawin pun tiba.
Pusi tua, sembunyi di lubang kecil di antara atap dan plafon, semua dilakukan untuk menghindari para jantan.
Dia mengamuk setiap didekati, menjerittt keras dan marah.

Friday, May 13, 2016

Kadang

Ingin berlari.
meninggal jejak
menghapus luka.

Ingin berlari
berhenti, tegak berdiri.
Tak ada tempat bersandar
hanya kepada Allah.

Ingin berlariii

Monday, February 15, 2016

14 Februari, Bom Waktu Yang di Nanti

:: Bulan Merah Jambu
Sekian tahun, rumah tangga yang serasa kubangun sendiri.
Seribu badai, kutelan manis pahitnya kehidupan...Tetap bertahan.

Thursday, February 11, 2016

Tuesday, February 2, 2016

Peliharalah Binatang untuk Merawat Hatimu

Kadang, orang merasa aneh dengan pencinta binatang. Apapun akan dilakukan demi binatang.
Jangan tanya mengapa begitu?
Karena cinta, kasih sayang dan perduli. Mereka juga, makhluk yang di ciptakan Allah, yang bernyawa, punya perasaan.
Delila Des, menjilatiku....Manis sekali *terharu*

Thursday, December 31, 2015

Sedesir kalimat adalah Doa

Kalimat itu adalah doa.
Sedesir saja di hati, itupun doa...
Seperti cerita ini.

Sebuah jalan lurus selalu kulewati setiap pulang dari pasar Gunung Batu, Bogor.
Jalan kecil, di kiri kanannya,  dibangun rumah-rumah petak dengan ragam aktivitas.
Menjemur bantal, menjual lotek, warung kecil dan tanggisan anak kecil.
Sebenarnya, aku malas melewati jalan ini. Enggan melihat di kiri kanan jalan.

Sunday, December 27, 2015

Pejantan Beraura Damai, Meggie Kucing

Pagi Minggu yang membuat aku tertawa, tentang Meggie. Maaf ya, Meggie...
Dia ingin membuktikan diri sebagai penjantan yang pemberani.

Meggie, kucing jantanku memperlihatkan kegagahannya di hadapanku. Melawan jantan-jantan di sekitar rumah.
Meggie Boy, gantengnya maksimal