Tuesday, June 16, 2015

Darling, ini cerita tentang Bapakku

Darling, aku ingin bercerita padamu.
Diam, dan dengarkan saja.
Sore ini, aku rindu pada bapakku.
Sosok tauladan dalam hidupku.
Lelaki Jawa tengah.
Menikahi ibuku, asli Cimahi.
Makanya, Bapak betah di leuwi gajah.
Bapakku, tegas dan sederhana.
Tak suka marah.
Aku sangat menghormati.
Dia, adalah bapakku.

Orang bilang 'aku anak kolong'
Anak tentara.
Aku, tipe anak, yang tidak bisa diam. Sukanya..Ngabret kamana-mana
Menghilang berhari-hari.
Anehnya, bapakku santai saja.
Mungkin Bapak pikir, kalo aku lapar pasti pulang, memang iya...Lewat pintu belakang aku masuk, langsung aku sikat habis, makanan di bawah tudung saji.
Aku merasa aku mirip bapakku. Orangnya simple dan enjoy.
Bapakku, sangat sederhana dalam hidup.
nggak ngoyo , asal  makan, kopi dan rokok sudah bersyukur. Santai.
Aku paling sedang di ajak nonton film, walau, hanya layar tancap di lapangan di malam hari, sambil makan kacang.
Setiap pulang, aku di gendong di pundak bapak, ketiduran di lapangan
Nah, Darling...kamu sekarang taukan,
Kenapa aku suka nonton film.
Gegara bapak yang suka ngajak nonton.
Loh! kok aku jadi kangen nonton bareng denganmu ya, Darling.
Nanti,  kita nonton lagi.
Aku janji, akan membelikan cake chees kesukaanmu ya...
Sebenarnya, diam-diam, aku suka melihat caramu makan kue itu.
Dulu, aku paling suka melihara anjing.
Bapak penyayang binatang.
Yang jadi masalah, setiap ketemu anjing di jalan, aku bawa pulang.
Kasihan, badannya kurus penuh kutu.
Aku rawat, eh..malah beranak pinak.
Bapak menyuruh menbuangnya.
Aku menangis kalo ingat itu.
Sedih banget.
Nah, Darling...jadi tau,kan.
Kenapa aku suka dengan anjing.
Kamu tidak keberatankan, aku memelihara anjing?
Kok, diam? bolehkan..
Darling, kamu boleh melihara kucing-kucingmu, aku anjing, bolehkan?
Loh! aku jadi ingat kita, Darling.
Kalo bertemu, sedikit-dikit ribut.
Pasea, siga ucing jeung anjing.
tapi, mungkin itu letak perbedaanbkita.
Selalu saja cinta. Awet terajet.
Ribut mulu.
Bapakku, suka bikin ibuku marah.
sengaja membuat cemburu.
Ah, Darling...maaf, aku selalu bersikap begitu padamu. Nurun dari bapak.
Aku harap, kamu memaklumi, bisa sabar menghadapiku.
Darling, tenang...aku selalu untukmu.
Sekalipun, aku dekat dengan wanita, di foto-foto itu. Mereka cuman teman.
Jangan cemburu.
Bapakku, tak punya apa-apa.
Cuman satu yang diberikan padaku.
Mengajarkan aku untuk bekerja keras.
makanya, aku bisa melihat berbagai negara di dunia, karena kerja keras, kemauan dan keberanian.
Sampai aku lupa, aku terlalu larut dalam hidup, bekerja dan bekerja.
Hingga, aku menyadari, terlalu lama sendiri..
One day, aku akan pulang.
Untuk bersamamu, selamanya.
Sabar ya, Darling.
Mul, meneguk kopi hitamnya.
Kopi kesukaannya, merk Kapal Api made in Indonesia...Yang di dapat dari kawan yang baru datang dari Indonesia.
Rasa kopinya, nikmat tiada dua.
Darling, aku ingin seperti bapakku.
Hidup damai di hari tua.
Kembali pulang ke kampung halaman.
Aku nggak akan di sini terus.
Punya keluarga kecil.
Nuhun, Darling.
Kau selalu setia menungguku.
Kamu, wanita nekad mau dengan pria aneh, kaya aku.
Mul, tertawa sendiri.
Ia heran, masih ada di dunia ini.
Wanita yang mau dengannya.
Wanita nekat bertemu dengan pria aneh.
Darling, setiap kali aku berdoa.
Kaulah, Darling
Jawaban yang diberikan Tuhan padaku.
Mempertemukan aku denganmu.
mau menerima aku apa adanya.
Mul menghirup nafasnya.
ada kelegaan bercerita.
ada rasa bahagia, berbulan ini
ada teman untuk disapa dan menyapa.
ada teman, melebihi 'teman.'
untuk menyebar rindu.
Mul kembali menghirup kopi hingga ludes. Dinikmatinya pula, biskuit Roma kegemaran. Made in Indonesia.
Darling, ini cerita tentang Bapakku.
***

No comments:

Post a Comment