Thursday, March 12, 2015

Hope You Come to Me


Dia, riuh ceria
dalam tawa yang tak pernah usai.
tampak bahagia
Cherrs dalam tegukan bir.
suara yang tegas
Dia, mengikat rambutnya
hembusan parfum Hugo yang mengoda
Dia, larut dalam sinar matahari.
Melirik dalam sekedip lampu
ia menunduk.
menarik nafas


Sebenarnya, Dia merasa sepi.
higar bigar hanya topeng
tawa canda hanya sesaat
kemudian, mereka pergi.
semua berlalu.
Lelaki  kesepian.
haus kasih sayang
tiada cinta yang tulus
Ia ingin pulang
tapi tak tau mau kemana?

Adakah, usapan lembut wanita.
yang menyuguhkan secangkir kopi.
Senyum manis penghias hari.
Adakah, dapat digenggam.
berpelukan sepanjang malam
bercerita keluh hari ini
Adakah, saling memijat.
yang berkata manja, "di sini pegal."
kemudian saling mengejek.
tiada dusta dan topeng?

Adakah, yang mau bersama.
yang tak sesaat, pergi berlalu.
Adakah....adakah?
Yang menerima, apa adanya.
Lelaki itu mengusap jemarinya.
dalam kepasrahan
dalam impian yang entah kapan.

wahai, wanitaku.
Lalu, bunga dan gelang itu.
diusap pelan.
Suatu saat. akan datang.
Wanita pujaan.
yang memakainya dalam ketulusan.
Duhai, Kasih.
Kemari....

Cikalahang, 12 Maret 2015

No comments:

Post a Comment