Monday, December 23, 2019

Kasih Sayang Ibu

Seorang ibu akan berusaha agar anaknya hidup.
Namun kadang, seorang anak akan berharap segera ibunya mati.
Seorang ibu bisa menghidupi banyak anak. Tapi anak tak sanggup memghidupi seorang ibu

.
Jaman sekarang. Itulah yang terjadi, apalagi kalo ibu mulai tua dan pikun. Sudahlah menunggu-nunggu kapan matinya. Apalagi kalau warisannya banyak.
Apa itu hanya pemikiranku.
Itu realita.
.
Anak, anugrah terbesar dari Allah. Anak menjadi kekuatan untuk tetap hidup
bertahan demi Anak.
Pontang pantibg mendidik. Tak adqpun, di ada-adakan. Demi anak mencapai cita-cita agar mereka bisa mandiri.
itulah orangtua, apalagi ibu, apapun bisa diperankan asal anaknya bisa menkadi baik kehidupan.
Dari tarikan nafas. air susu yangbdiberikan tak akan bisa membalas lasih sayangnya.
Tak heran, surga itu di bawah telapak kaki ibu.
Doa ibu adalah pintu-pintu yang segera di ijabah Allah.
.
Sungguh, tega sekali jika anak menjadi kasar, durhaka pada Ibunya.
Merasa dirinya paling benar, paling segalanya. Padahal seujung kukupun tak artinya bagi seorang ibu.
.
Aku selalu berjanji pada diriku, akan tetap tinggal di rumahku, tidak akan menumpang di rumah anak.
Tak akan merepotkan, menjadi beban.
Dalam doaku, mudahkan aku, jika sakit tak usah berlama-lama.
Jadikan husnul khotimah, tanpa merepotkan orang banyak.
.
Hari ini aku bertamu pada seorang sepuh di perumahan.
"Saya tak akan merepotkan dan menjadi beban anak-anak"

Sungguh, aku akan mencontohnya, seperti juga alm. Mama, sampai akhir hayatnya tak pernah menjadi beban anak..Bahkan sebaliknya masih saja memberi pada anaknya. Maafkan Een belum bisa membahagiakan Mama
"Allah memberi rezeki lebih ke Mama.." jawaban Mama yang selalu diulang ulang.

Ya Allah, berilah tempat yang Mulya di sisiMu, untuk Mama dan Bapak
Aamiin.

Sunday, December 22, 2019

Terkenang Mama

Mamaku penyandang diabetes, hingga telapak kakinya selalu terasa dingin seperti es.
Tak heran mama selalu memakai kaos kaki tebal, aku namai kaos  kaki tawaf.
Oleh-oleh yang Mama nanti hanya kaos kaki tawaf yang lebih mudah di dapat di Pasar Kembang Bogor, di kampung Cikalahang jarang ada.

.

Teringat kembali masa remajaku.

Aku paling sering disuruh Mama, mungkin karena sudah bisa mengendari kendaraan...

Kadang, Mama membawa berjualan telur ayam hasil perternakan kami sendiri di Palangka Raya tahun 1980. Kala itu aku masuh kelas 5 SD

Aku suka dibonceng Mama untuk membawa telur untuk diantar ke pembeli.

Sampai dewasa, Mama..paling sering menyuruh, belum satu pekerjaan selesai, sudah disuruh. Selain disuruh paling sering diomelin.
.
"En, ganti bed cover Mama ya" tanpa diminta, itu kamar besar sudah aku bersihkan. Sedot debu, sikat kamar mandi, lipat pakaian dan merapikan pembukuan Mama.
Tak heran, aku tau dimana Mama meletakkan barang-barangnya.
"En ambil inii...ambil itu."
.
Baru kini aku menyadari.
Tak ada lagi yang menyuruhku.
Tak ada lagi yang mengomelinku (aku baru sadar, diomelin Mama karena Mama tak sungkan denganku) kalondengan anak yang lain, Mama

nggak berani nyuruh juga sungkan ngomel.

Baru kurasa, setelah Mama Bapak tiada.
Alangkah bahagianya, ada yang membutuhkan kehadiran kita.
Menanti kedatangan untuk pulang kampung.

Tak ada lagi yang menyuruh
"En, buat sayur sop gurami." makanan kesukaan Bapak.
Tak ada yang pagi-pagi menyuruh membuat spagetti, seblak, juhu asem kesukaan Mama.

Tak ada lagi yang  menelpon di pagi hari
Tak ada lagi yang menasehati.
Malaikat tak bersayap di dunia telah tiada.
Tiada lagi yang tak henti-hentinya berdoa untuk kebahagiaanku.
Tak ada.

Rumah besar
Kamar besar
Kini sepi tak berpenghuni.
Sepiii.

Nasehatku pada kalian yang masih punya orangtua.
Selagi hidup, berbaktilah.
Sempatkan waktu untuk mereka.
Jangan marah jika dinasehati.
Karena nasehat orangtua adalah kumpulan dari perjalanan hidup.
.
Kini hanya doa sebagai kado buat Mama Bapak
Selamat hari Ibu, ya Ma

22 Desember 2019

Saturday, December 21, 2019

Apa yang Kamu harapkan dengan Anakmu?

Menjadi anak sholehah.
Berguna  bagi agama, dirinya sendiri, orang lain, itulah harapan semua orangtua.
.
Semenjak kecil anakku sangat keras sebagai anak tunggal. 

Tidak terlalu dimanja karena sejak kecil karakternya sangat mandiri.

.
Tugas pertama setelah melahirkan (36 jam) sebagai Mama, memberikan nama terbaik.
Mendidiknya dari SD sampai SMP  di sekolah Islam Terpadu, semua ku lakukan agar akar agama Islamnya tertanam kuat. Diajarkan ilmu agama sedari dini agar menjadi dasarnya kelak.

Saat SMA sengaja di sekolahkan di sekolah Umum negeri. Kelak dia harus tau ada lingkungan dan agama yang berbeda.

Susah payah menabung untuk kuliah di  sekolah dua bahasa, Inggris dan Indonesia.
Kemudian, kembali pada anak itu sendiri.
Bagaimana dia membentuk dirinya, aku hanya berdoa.

Sebelum menikah, ia anak yang baik, bahkan dewasa. Semenjak aku berpisah.
Kami menjalani hidup dengan bahagia, menunjukkan kita bisa melalui bersama.

Kenapa setelah menikah dia berbeda?

Tak seperti dulu yang kukenal.

Tahun ini aku lebaran haji sendiri. Aku tak.masak.opor ayam seperti lebaran tahun lalu. Aku menyibukkan diri,.ikut menjadi seksi konsumsi, m.makan setelah sholat Idul Adha. Rame.yang antri makan, kesedihanku mendadak sirna.

Sebenarnya alasan tak pulang Lebaran haji, tak bisa kuterima, hanya karena suaminya kerja ( tak libur), Logikanya, Bisa kan anakku bisa pulang duluam, nanti suaminya.menyusul

Berapa sih, jarak Jakarta-Bogor, dekattt. Sebuah alasan yang membuat hati ini sakit. Tapi aku berusaha berdamai. 

Inilah saatnya aku tak berharap lagi.

Mungkin dia merasa sudah milik suaminya. 

Bahkan sikap kerasnya semakin menjadi-jadi.
Sebagai Mama, wajarlah menasehatinya agar berubah. 

Kalo pulang ke Bogor, jangan tidur saja. Belajar...coba cuci pakaian kalian(biasanya ya aku, pakaian kotor ditinggal di pojok kamar, masa begitu). Sapu lantai dan lain, jangan menunggu disuruh.
.
Sebagai penjual produk sendiri, aku berharap anak, mantu juga suami mau membantu menjualkan. Hanya lewat Instagram(online)
Lamaa ku tunggu, tak ada reaksi, aku tetap berjualan sendiri.
Dulu, kalo jualan orang lain, anakku giat promosi.
Dia lulusan jurusan periklanan. Tapi untuk menjual produk Mamanya sendiri...Nonsense.
.
Aku menasehatinya di ruang keluarga, ia diam saja di dalam kamarnya.
Aku kemudian sholat dan tertidur sebentar.
.
Sudah  kuduga.
Dusun  (tidak sopan dalam bahasa Sunda).
Pergi tak pamit pada Mamanya.
Seprei dibiarkan, pakaian kotor disembunyikan (seperti biasa)
Perih hati ini. 

Dinasehati demi kebaikan, langsung minggat.
Kesedihanku, rasa sakit diperlakukan  begini, sudah terlalu sering.
Jika aku tau, Nak...dulu selagi muda, aku akan berusaha melahirkan anak yang banyak, biar beragam polah tapi bahagia.
Ini cuman satu, tapi sering menyakitkan hati.

Sampai saat ini, bahkan aku lingkar tanggal di dinding atas sikapmu, aku berhenti berharap.
Tak akan lagi berharap.
Silahkan semau hati merasa sudah lebih dewasa dan pintar.
.
Tak lagi
Tak lagi, Nak
Berharap darimu.
Kucari bekal, pundi-pundi akhiratku, tanpa banyak berharap.
Di dunia saja, sering melupakan Ibumu. 

Apalagi kelak aku mati.
Mungkin menangis dan ingat cuman tiga hari.
.
Bogor, sehari menjelang hari Ibu...

Tuesday, December 17, 2019

Dental Crown

Dulu aku sering mendengar:
Jangan makan ketan, nanti gigi palsu ketelen.


Aku menganggap hanya lelucon. Tapi sekarang, itu benar adanya
Gara-gara makan ketan bakar serundeng.
Kretek, ada yang keras tergigit, hampir tertelan.
Ternyata gigi crownku terlepas.
Makanya jangan suka ngetawain orangtua, sekarang baru merasa. ihikkkk...

Dental crown
Selubung gigi (jaket) ini baru aku pasang bulan  Juli 2019 di gigi sebelah gigi atas.

Monday, December 16, 2019

Antara Ikan Etem dan Petai Pereda Marah

Lagi-lagi Motor berulah
.
Ini kan tangung bulan, dompet belanja sisa Rp 5.000,-
waduh, nggak ada apa-apa untuk di makan. Nasi sudah dimasak.  Terpaksaaa...harus ke depan ambil uang di ATM Bakso Keraton. Sekalian beli soto Bogor aja deh.
.
Aku sudah siap berangkat, walau hujan belum selesai. terpaksa.
La laaaaa laaaa napa juga ini motor Honda, kemarin sudah diperbaiki mantu, ganti cakram dan kampas rem. Harusnya sudah greng dong ya.
Tapi ini, maju mundur nggak bisa, roda nggak muter sama sekali. Ampunnnn Gusti, aya aya wae.
.
Terduduklah aku di ayunan teras depan.
Ya Allah, ada apa lagi  ini motor?
Langsung hilang moodku
Asa urang rek alungkeun yeuh.

Tiba-tiba hujan.
Bressss....deras lagi.
Tanda nggak boleh keluar rumah (walau ada mobil, males banget nyetir)
Ya sudahlah, besok saja urusannya.
Aku salin pakaian dengan daster,  pergi ke dapur.
Buka lemari penyimpanan.
Alhamdulillah, ada 2 lonjor petai.
Petei jeung sambel, enakkkk pastinanya (langsung semangat)
Biar petai itu bau, tapi...kalo suka mau bilang apa. I love u full peteui. Sumpah!
Lihat kulkas mini (kulkas di bawah dispenser)
Duh Gusti, aya si Etem.
.
Tau kan Etem?

Dalam bahasa Indonesia, di kenaI kantung semar (Lihat bentuknya seperti salah satu Punakawan)  atau ikan kampakan. Kalau di Sunda namanya Etem.

Sunday, December 15, 2019

Kucing Bodohku

Tidak semua kucing bisa dididik dan menurut.
Ada yang bodoh sekali.
Menjengkelkan tapi ada alasan yang tak bisa kita memarahinya, apalagi membuangnya.
.
Ada banyak kucing di rumah ini, semua pintar, bisa di didik pup dan pip di wc belakang. Aku tinggal menyiramnya saja.
Bahkan dua kucing kecil yang kutemukan merana di jalan, Jolie dan Jonnie saja bisa dengan cepat belajar Pup dan pip di belakang.
Aku sangat bangga dan sayang, tapi Allah lebih sayang pada mereka.
Jolie dan Jollie terkena virus mematikan, hanya berselang seminggu mereka pergi satu per satu.
.
Ada dua kucing mix ras di rumah ini dan teramat bodoh.

Carla Blo

Betina cantik tapi tak cantik otaknya.
Kucing yang diambil tetangga  sebelah rumah dari pinggir jalan ternyata sakit diare parah. Tak sanggup mengobati dan ngasih makan, diserahkanlah si Carla padaku.
Melihat kucing kurus kering, jelek ingusan, mana tega. Setelah melalui tahapan mengobatan, Carla tumbuh besar, sayangnya bodohnya minta ampun.
Suka Pip dan modol di tengah rumah.
Tidak bisa dididik. di ajarin dengan cara apapun, tetap ngeyel.
Carla tidak betah di dalam rumah, (habis di bully si Loli) Carla memilih tinggal di atap. Lantas Aku sediakan rumah khusus di atas garasi supaya tidak ada  kucing yang bisa mendekat ke Carla.
Setahun tinggal di atap, ruang tengah aman, aku nggak tau di mana Carla modol, turun ke bawah juga jarang.
Dirikulah yang mengalah, memberi makan dan minum di rumah khususnya.
.
Nah, dua hari ini, kenapa ada saja sebutir tai kucing(mirip kerikil) jatuh di teras loteng belakang, area menjemur.
Dicari-cari, si Carla kurek kurek itu atap plastik. Alahmak! bertumpuk tai di situ. Carlaaaaaa.
Ada-ada saja. Pantaslah, selain hujan air jatuh juga hujan tai si Carla.
.
Sebenarnya aku lelahhhh, pleaseee
Tapi kalo dibiarkan nggak dibersihlan Carla akan menumpuk di situ lagi.
Hujan lebat sore ini, aku ambil kursi, sikat itu atap...Siram itu atap.
Yaaa beginilah, nasib!
Selesai beberes, aku mandi keramas sebersih-bersihkan.
Kucing mix ras yang teramat bodoh, tapi tak bisa berbuat apa-apa.

Liebie Vermah
Mix Ras ke dua, si Liebie. Kucing buangan dari warung (tetangga sebelah juga).
Sejak sakit kuning Lieby ini nggak mau balik ke warung, di rumah terus.
Lagi-lagi bodoh, modol di ujung teras koridor belakang. Kalo dimarahin, minggat. 
Karena sedang sakit, aku tetap mencari, kasihannya si Liebie, meringkuk di pojok warung (dia tidak diperbolehkan masuk)
Aku elus, gendong bawa dia pulang.
Tapi Liebie ini bodoh seperti Carla. Nasib!
Ujiaaannnnn
Sabaaar
Ini Ujiaaaannnn
.
Pengen gigit sendal jepit.
Ya Allah....Ujiaaan.

Bershadaqoh dengan Membeli Barang Dagangannya

"En, nanti kalo ibu sayur lewat, beli apa kek. Lombok apa aja. Nanti bilang, Mama bayar. Jangan lupa kasih minum."
Itulah pesan Mama sebelum pergi membeli kertas untuk Percetakan Nusantara milik kami di Palangka Raya.
.
Kejadian itu, waktu aku masih kecil. Mama selalu membeli dagangan tukang sayur. Bukan karena banyak uang, cuman: kasihan. Anggap saja shadaqoh.
Beberapa jam kemudian ibu sayur berpakaian kebaya singgah di rumah, sekedar istirahat minum.
Dan kami beli sedikit dagangannya.
Padahal semua orang tau, Mama usaha catering, sebelum subuh sudah belanja...tetap saja belanja di tukang sayur.
Begitu pula kalau ada Bi Pencok pasti mampir, kami serumah sorak sorak dibelikan pencok atau gado-gado ada cingurnya.
Bapak tak jauh beda sifatnya dengan Mama. Sama.
.