Saturday, August 1, 2015

Serendipiti: Awal Januari Lalu

"Kemana saja, kamu selama ini," tanyaku.
Betapa lama aku menantimu.
Tuhan menjawabnya di awal Januari.
Doa-doa panjang kulangitkan setengah usiaku.
" Tuhanku, pertemukan aku pada seseorang yang mencintai, apa adanya"

Kubisikkan rasa rinduku, pada Tuhanku
Entah kepada siapa, seseorang itu.
Ternyata, aku harus sabar menanti.
bertemu denganmu.
Tak kuduga,
tak pula kucari
semua begitu saja terjadi.

Serendipiti.
Awal Januari, kau jawab sapaan.
Cara bicaramu padaku.
membuatku melangit.
menuju angkasa hingga nirwana.
Kau, tau, duhai.

Aku ingin terbang berjumpa denganmu.
Melihat sosok dan senyumku.
Aku ragu, maukah kau bertemu?
Serendipiti

Langit bumi Pajajaran, cerah.
Aku tiba, dalam perjalanan panjang.
Sore itu, aku berdebar, gelisah.
Adakah yang menjemputku?
Seumurku, aku datang dan pergi sendiri.
itupun, aku tak dipenuhi debaran.

Friday, July 24, 2015

Bertanya pada kaca

Aku lupa rasanya.
Bagaimana jatuh cinta?

Seraut wajah, mengeryitkan alis.
memandang lama.
Hmmmm...itu wajahku sendiri.
Aku lupa rasanya.
Sekian lama, terkubur dalam kehidupan.
Cinta? bagaimana rasanya?
Lupa rasa.

Tuesday, July 21, 2015

CINTA

Jangan tanya lagi.
Kenapa aku mencintaimu?

seperti juga kau,.
tak bisa menjawab.
setiap daku bertanya.

Cinta.
tak perlu sejuta kata
"aku mencintaimu."
Cinta, perlu tindakan bukan kata merayu.

namun aku, wanita.
sekali, katakan pula kata merayu.
katakan pula , cinta.
wanita tetap wanita.
bahagia di saat, dicinta dan mencintai.

Cinta.

Monday, July 20, 2015

Promise

Jauh di lubuk hatiku.
Tersimpan namamu.

Cepat pulang.
Meraki.
Merindu.

Friday, July 10, 2015

Melintas Parit Kecil

Parit kecil membelah desa
melintas di sana, setiap pulang sekolah.
Parit itu  digenangi air mengalir.
dangkal,  berlumpur halus.

Entah, apa nama bunga itu?
seperti matahari.
kelopaknya berwarna kuning
sari bunga bundar kecoklatan.
berbau sengit, berdaun duri
rimbun di sepanjang parit.

Thursday, July 9, 2015

Tak Ingin Pulang

Kutulis diantara terik matahari
Musim panas, 35 derajat.
Bermandi keringat.
Aku berada di langit tanpa kuas.
Biru menghampar tak berawan
lelaki wanita ramai berjemur
hanya memakai celana dalam.
tak ada kata malu, itu biasa.

Sunday, July 5, 2015

KALAH

Yang menyakitkan, adalah
Kalah pada kehidupan setelah 22 tahun.
Runtuh sudah ketegaran.
Aku tak mau bertanya lagi pada Tuhan.
Kenapa?
Tak lagi mengeluh pada manusia.
Aku hanya menunggu jawaban dari Allah.
Kini, kuterima semua.Takdir.