Wednesday, January 1, 2020

Selamat Datang 2020 Masehi: Kembang Api vs Pasukan Kucing

Tahun baru, ditandai hujan tak ada henti-hentinya sejak sore kemarin. 

Berhenti sebentar tepat jam 12.00 WIB

Efek suara kembang api

Letupan kembang api membuat pasukan kucing ketakutan, panik dan stres.

Tindakan awal sudah aku lakukan dengan menutup jendela, agar menghindari kilatan cahaya kembang api dan meredam bunyi.

Sunday, December 29, 2019

Mudahnya Membayar Pajak Kendaraan di Samsat Outlet Bogor

Motor tua sudah saatnya pajak STNK tanggal 29 Desember 2019

.
Itu jatuh di hari Sabtu.
Apa Samsat Outlet Kota Bogor libur?

Kerinduan Rambo Kucing Pada Bapak




Ini namanya “Rambo”.

Kucing persia yang sejak kecil diadopsi oleh almarhum ayah saya, dia sehari-hari hanya di rumah saja bersama ayah saya. Makan dan minumnya diperhatikan, bahkan kalau sakit sampai dibawa ke klinik dokter hewan. Hingga tidur pun selalu nempel dengan ayah saya.
Seolah dia sudah terdapat ikatan batin dengan ayah saya.

Monday, December 23, 2019

Kasih Sayang Ibu

Seorang ibu akan berusaha agar anaknya hidup.
Namun kadang, seorang anak akan berharap segera ibunya mati.
Seorang ibu bisa menghidupi banyak anak. Tapi anak tak sanggup memghidupi seorang ibu

.
Jaman sekarang. Itulah yang terjadi, apalagi kalo ibu mulai tua dan pikun. Sudahlah menunggu-nunggu kapan matinya. Apalagi kalau warisannya banyak.
Apa itu hanya pemikiranku.
Itu realita.
.
Anak, anugrah terbesar dari Allah. Anak menjadi kekuatan untuk tetap hidup
bertahan demi Anak.
Pontang pantibg mendidik. Tak adqpun, di ada-adakan. Demi anak mencapai cita-cita agar mereka bisa mandiri.
itulah orangtua, apalagi ibu, apapun bisa diperankan asal anaknya bisa menkadi baik kehidupan.
Dari tarikan nafas. air susu yangbdiberikan tak akan bisa membalas lasih sayangnya.
Tak heran, surga itu di bawah telapak kaki ibu.
Doa ibu adalah pintu-pintu yang segera di ijabah Allah.
.
Sungguh, tega sekali jika anak menjadi kasar, durhaka pada Ibunya.
Merasa dirinya paling benar, paling segalanya. Padahal seujung kukupun tak artinya bagi seorang ibu.
.
Aku selalu berjanji pada diriku, akan tetap tinggal di rumahku, tidak akan menumpang di rumah anak.
Tak akan merepotkan, menjadi beban.
Dalam doaku, mudahkan aku, jika sakit tak usah berlama-lama.
Jadikan husnul khotimah, tanpa merepotkan orang banyak.
.
Hari ini aku bertamu pada seorang sepuh di perumahan.
"Saya tak akan merepotkan dan menjadi beban anak-anak"

Sungguh, aku akan mencontohnya, seperti juga alm. Mama, sampai akhir hayatnya tak pernah menjadi beban anak..Bahkan sebaliknya masih saja memberi pada anaknya. Maafkan Een belum bisa membahagiakan Mama
"Allah memberi rezeki lebih ke Mama.." jawaban Mama yang selalu diulang ulang.

Ya Allah, berilah tempat yang Mulya di sisiMu, untuk Mama dan Bapak
Aamiin.

Sunday, December 22, 2019

Terkenang Mama

Mamaku penyandang diabetes, hingga telapak kakinya selalu terasa dingin seperti es.
Tak heran mama selalu memakai kaos kaki tebal, aku namai kaos  kaki tawaf.
Oleh-oleh yang Mama nanti hanya kaos kaki tawaf yang lebih mudah di dapat di Pasar Kembang Bogor, di kampung Cikalahang jarang ada.

.

Teringat kembali masa remajaku.

Aku paling sering disuruh Mama, mungkin karena sudah bisa mengendari kendaraan...

Kadang, Mama membawa berjualan telur ayam hasil perternakan kami sendiri di Palangka Raya tahun 1980. Kala itu aku masuh kelas 5 SD

Aku suka dibonceng Mama untuk membawa telur untuk diantar ke pembeli.

Sampai dewasa, Mama..paling sering menyuruh, belum satu pekerjaan selesai, sudah disuruh. Selain disuruh paling sering diomelin.
.
"En, ganti bed cover Mama ya" tanpa diminta, itu kamar besar sudah aku bersihkan. Sedot debu, sikat kamar mandi, lipat pakaian dan merapikan pembukuan Mama.
Tak heran, aku tau dimana Mama meletakkan barang-barangnya.
"En ambil inii...ambil itu."
.
Baru kini aku menyadari.
Tak ada lagi yang menyuruhku.
Tak ada lagi yang mengomelinku (aku baru sadar, diomelin Mama karena Mama tak sungkan denganku) kalondengan anak yang lain, Mama

nggak berani nyuruh juga sungkan ngomel.

Baru kurasa, setelah Mama Bapak tiada.
Alangkah bahagianya, ada yang membutuhkan kehadiran kita.
Menanti kedatangan untuk pulang kampung.

Tak ada lagi yang menyuruh
"En, buat sayur sop gurami." makanan kesukaan Bapak.
Tak ada yang pagi-pagi menyuruh membuat spagetti, seblak, juhu asem kesukaan Mama.

Tak ada lagi yang  menelpon di pagi hari
Tak ada lagi yang menasehati.
Malaikat tak bersayap di dunia telah tiada.
Tiada lagi yang tak henti-hentinya berdoa untuk kebahagiaanku.
Tak ada.

Rumah besar
Kamar besar
Kini sepi tak berpenghuni.
Sepiii.

Nasehatku pada kalian yang masih punya orangtua.
Selagi hidup, berbaktilah.
Sempatkan waktu untuk mereka.
Jangan marah jika dinasehati.
Karena nasehat orangtua adalah kumpulan dari perjalanan hidup.
.
Kini hanya doa sebagai kado buat Mama Bapak
Selamat hari Ibu, ya Ma

22 Desember 2019

Saturday, December 21, 2019

Apa yang Kamu harapkan dengan Anakmu?

Menjadi anak sholehah.
Berguna  bagi agama, dirinya sendiri, orang lain, itulah harapan semua orangtua.
.
Semenjak kecil anakku sangat keras sebagai anak tunggal. 

Tidak terlalu dimanja karena sejak kecil karakternya sangat mandiri.

.
Tugas pertama setelah melahirkan (36 jam) sebagai Mama, memberikan nama terbaik.
Mendidiknya dari SD sampai SMP  di sekolah Islam Terpadu, semua ku lakukan agar akar agama Islamnya tertanam kuat. Diajarkan ilmu agama sedari dini agar menjadi dasarnya kelak.

Saat SMA sengaja di sekolahkan di sekolah Umum negeri. Kelak dia harus tau ada lingkungan dan agama yang berbeda.

Susah payah menabung untuk kuliah di  sekolah dua bahasa, Inggris dan Indonesia.
Kemudian, kembali pada anak itu sendiri.
Bagaimana dia membentuk dirinya, aku hanya berdoa.

Sebelum menikah, ia anak yang baik, bahkan dewasa. Semenjak aku berpisah.
Kami menjalani hidup dengan bahagia, menunjukkan kita bisa melalui bersama.

Kenapa setelah menikah dia berbeda?

Tak seperti dulu yang kukenal.

Tahun ini aku lebaran haji sendiri. Aku tak.masak.opor ayam seperti lebaran tahun lalu. Aku menyibukkan diri,.ikut menjadi seksi konsumsi, m.makan setelah sholat Idul Adha. Rame.yang antri makan, kesedihanku mendadak sirna.

Sebenarnya alasan tak pulang Lebaran haji, tak bisa kuterima, hanya karena suaminya kerja ( tak libur), Logikanya, Bisa kan anakku bisa pulang duluam, nanti suaminya.menyusul

Berapa sih, jarak Jakarta-Bogor, dekattt. Sebuah alasan yang membuat hati ini sakit. Tapi aku berusaha berdamai. 

Inilah saatnya aku tak berharap lagi.

Mungkin dia merasa sudah milik suaminya. 

Bahkan sikap kerasnya semakin menjadi-jadi.
Sebagai Mama, wajarlah menasehatinya agar berubah. 

Kalo pulang ke Bogor, jangan tidur saja. Belajar...coba cuci pakaian kalian(biasanya ya aku, pakaian kotor ditinggal di pojok kamar, masa begitu). Sapu lantai dan lain, jangan menunggu disuruh.
.
Sebagai penjual produk sendiri, aku berharap anak, mantu juga suami mau membantu menjualkan. Hanya lewat Instagram(online)
Lamaa ku tunggu, tak ada reaksi, aku tetap berjualan sendiri.
Dulu, kalo jualan orang lain, anakku giat promosi.
Dia lulusan jurusan periklanan. Tapi untuk menjual produk Mamanya sendiri...Nonsense.
.
Aku menasehatinya di ruang keluarga, ia diam saja di dalam kamarnya.
Aku kemudian sholat dan tertidur sebentar.
.
Sudah  kuduga.
Dusun  (tidak sopan dalam bahasa Sunda).
Pergi tak pamit pada Mamanya.
Seprei dibiarkan, pakaian kotor disembunyikan (seperti biasa)
Perih hati ini. 

Dinasehati demi kebaikan, langsung minggat.
Kesedihanku, rasa sakit diperlakukan  begini, sudah terlalu sering.
Jika aku tau, Nak...dulu selagi muda, aku akan berusaha melahirkan anak yang banyak, biar beragam polah tapi bahagia.
Ini cuman satu, tapi sering menyakitkan hati.

Sampai saat ini, bahkan aku lingkar tanggal di dinding atas sikapmu, aku berhenti berharap.
Tak akan lagi berharap.
Silahkan semau hati merasa sudah lebih dewasa dan pintar.
.
Tak lagi
Tak lagi, Nak
Berharap darimu.
Kucari bekal, pundi-pundi akhiratku, tanpa banyak berharap.
Di dunia saja, sering melupakan Ibumu. 

Apalagi kelak aku mati.
Mungkin menangis dan ingat cuman tiga hari.
.
Bogor, sehari menjelang hari Ibu...

Tuesday, December 17, 2019

Dental Crown

Dulu aku sering mendengar:
Jangan makan ketan, nanti gigi palsu ketelen.


Aku menganggap hanya lelucon. Tapi sekarang, itu benar adanya
Gara-gara makan ketan bakar serundeng.
Kretek, ada yang keras tergigit, hampir tertelan.
Ternyata gigi crownku terlepas.
Makanya jangan suka ngetawain orangtua, sekarang baru merasa. ihikkkk...

Dental crown
Selubung gigi (jaket) ini baru aku pasang bulan  Juli 2019 di gigi sebelah gigi atas.