Showing posts with label Cerita Kucing. Show all posts
Showing posts with label Cerita Kucing. Show all posts

Saturday, October 10, 2020

Sunday, October 4, 2020

Rubi Lofi, diBuang Owner karena Sakit


Hujan sangat  deras di sore hari, bersama kegelisahanku mencari kucing bernama Rubi.
Biasanya Rubi mencari tempat dingin, sudah di cari-cari untuk disuap makan. Tetap tidak ada.
Aku yakin saat hujan, waktu mustajab  berdoa kepada Allah agar bisa menemukan Rubi.

5 menit kemudian kontan terjawab
"Bu Een...ini kucing ibu,.kan. Tuh, di samping tempat sampah. Ini Bu.Sepertinya sakit." 
Empat cucu tetangga mengendong Rubi yang basah kuyup
Ah, bocah ini, hujan deras tanpa geledek, adalah kesempatan cucu-cucu tetangga bermandi hujan.
Keempat melanjutkan mandi di air kucuran talang tetangga yang jatuh tepat di depan pagar rumahku.
Langsung Rubi aku keringkan, diam dan kedinginan

Rubi Lofi

Sunday, September 27, 2020

Menyelamatkan Tiga Bayi Kucing Kehilangan Induk

Setiap pengajian di Aula RW 06 Pasir Mulya, induk kucing liar itu selalu berlari mendekatku, kadang ke bu Hj. Heni Tarjo yang juga pencinta kucing.
Kucing cantik ini, sepertinya dibuang saat hamil tua.

"Bu En, kucingnya beranak di rumah saya, anaknya lima. Tuh saya kasih kardus." Bu RT yang tinggal di samping aula memberitakan kelahirannya, selasa, 1 September 2020.
Aku dan Heni berencana untuk patungan steril si induk selepas 2 bulan nanti.
Berpesan pada bu RT, tolong titip kucing itu. Sekantong DF aku serahkan buat si induk.

22 hari kemudian.

Si Induk dari kemarin sesak nafas, anaknya tak disusui.
Bu Heni segera membawa ke klinik hewan. Baru mau diperiksa, induknya mati.
Langsung terbayang ke lima bayi kucing itu.
Alangkan sedihnya ditinggal ibu.
Allah lebih sayang pada si induk. Ada rencana lain, mungkin lebih indah.
Bu Heni, membawa 3 bayi ke rumahku, dua diambil anak bu RT. 
Di rumah bu Heni, pasukan kucingnya kena flu semua, dan bu Een lebih layak merawatnya, katanya berharap aku tak menolak tiga bayi dalam keranjang.

Bayi kucing yang lucu berbulu panjang berrwarna abu dan loreng.
Sampai menitik airmata ini melihat bayi tanpa induk.
Masya Allah, aku ikhlas dengan rezeki ini
.
Jika, induk dan 5 anak itu besar, pasti dibuang bu RT. Karena si Uno, kucing jantan yang sudah ku steril aja, dibuang (cuman satu aja dibuang): alasannya si Uno dikasih ke kakaknya. Tapi naluri bu Heni dan aku, kok bisa sama, Uno dibuang...aduhhh sedihnya.
Ada  juga satu kucing titipan anaknya pun sering ngelayap karena lapar.
Terbayangkan nasib si induk juga dibuang nanti.
Inilah rencana Allah. (baca Ucapan adalah doa)
Tiga anak kucing kini ada di rumahku. Sehat terus ya bayi.
Ku beri nama: Thomas, Bubu Grey dan Dolly.

Hari ke 27, ketiga bayi semakin gemuk
Perlu banyak ikhlassssss.

Wednesday, January 1, 2020

Selamat Datang 2020 Masehi: Kembang Api vs Pasukan Kucing

Tahun baru, ditandai hujan tak ada henti-hentinya sejak sore kemarin. 

Berhenti sebentar tepat jam 12.00 WIB

Efek suara kembang api

Letupan kembang api membuat pasukan kucing ketakutan, panik dan stres.

Tindakan awal sudah aku lakukan dengan menutup jendela, agar menghindari kilatan cahaya kembang api dan meredam bunyi.

Sunday, December 29, 2019

Kerinduan Rambo Kucing Pada Bapak




Ini namanya “Rambo”.

Kucing persia yang sejak kecil diadopsi oleh almarhum ayah saya, dia sehari-hari hanya di rumah saja bersama ayah saya. Makan dan minumnya diperhatikan, bahkan kalau sakit sampai dibawa ke klinik dokter hewan. Hingga tidur pun selalu nempel dengan ayah saya.
Seolah dia sudah terdapat ikatan batin dengan ayah saya.

Sunday, December 15, 2019

Kucing Bodohku

Tidak semua kucing bisa dididik dan menurut.
Ada yang bodoh sekali.
Menjengkelkan tapi ada alasan yang tak bisa kita memarahinya, apalagi membuangnya.
.
Ada banyak kucing di rumah ini, semua pintar, bisa di didik pup dan pip di wc belakang. Aku tinggal menyiramnya saja.
Bahkan dua kucing kecil yang kutemukan merana di jalan, Jolie dan Jonnie saja bisa dengan cepat belajar Pup dan pip di belakang.
Aku sangat bangga dan sayang, tapi Allah lebih sayang pada mereka.
Jolie dan Jollie terkena virus mematikan, hanya berselang seminggu mereka pergi satu per satu.
.
Ada dua kucing mix ras di rumah ini dan teramat bodoh.

Carla Blo

Betina cantik tapi tak cantik otaknya.
Kucing yang diambil tetangga  sebelah rumah dari pinggir jalan ternyata sakit diare parah. Tak sanggup mengobati dan ngasih makan, diserahkanlah si Carla padaku.
Melihat kucing kurus kering, jelek ingusan, mana tega. Setelah melalui tahapan mengobatan, Carla tumbuh besar, sayangnya bodohnya minta ampun.
Suka Pip dan modol di tengah rumah.
Tidak bisa dididik. di ajarin dengan cara apapun, tetap ngeyel.
Carla tidak betah di dalam rumah, (habis di bully si Loli) Carla memilih tinggal di atap. Lantas Aku sediakan rumah khusus di atas garasi supaya tidak ada  kucing yang bisa mendekat ke Carla.
Setahun tinggal di atap, ruang tengah aman, aku nggak tau di mana Carla modol, turun ke bawah juga jarang.
Dirikulah yang mengalah, memberi makan dan minum di rumah khususnya.
.
Nah, dua hari ini, kenapa ada saja sebutir tai kucing(mirip kerikil) jatuh di teras loteng belakang, area menjemur.
Dicari-cari, si Carla kurek kurek itu atap plastik. Alahmak! bertumpuk tai di situ. Carlaaaaaa.
Ada-ada saja. Pantaslah, selain hujan air jatuh juga hujan tai si Carla.
.
Sebenarnya aku lelahhhh, pleaseee
Tapi kalo dibiarkan nggak dibersihlan Carla akan menumpuk di situ lagi.
Hujan lebat sore ini, aku ambil kursi, sikat itu atap...Siram itu atap.
Yaaa beginilah, nasib!
Selesai beberes, aku mandi keramas sebersih-bersihkan.
Kucing mix ras yang teramat bodoh, tapi tak bisa berbuat apa-apa.

Liebie Vermah
Mix Ras ke dua, si Liebie. Kucing buangan dari warung (tetangga sebelah juga).
Sejak sakit kuning Lieby ini nggak mau balik ke warung, di rumah terus.
Lagi-lagi bodoh, modol di ujung teras koridor belakang. Kalo dimarahin, minggat. 
Karena sedang sakit, aku tetap mencari, kasihannya si Liebie, meringkuk di pojok warung (dia tidak diperbolehkan masuk)
Aku elus, gendong bawa dia pulang.
Tapi Liebie ini bodoh seperti Carla. Nasib!
Ujiaaannnnn
Sabaaar
Ini Ujiaaaannnn
.
Pengen gigit sendal jepit.
Ya Allah....Ujiaaan.

Monday, March 25, 2019

Kisah si Liebe, Kucing Mencari Rumah Tinggalnya

Tulisanku tentang seekor kucing bernama Liebe.

1 tahun 2 bulan yang lalu

Aku melihatnya meminta makan di warung milik tetangga. Duduk di teras, kurus dan kotor. 
Matanya sendu, setiap kupegang dia seakan ingin disayang. 
Manja. Aku beri nama: Liebe Vermohnt.