Friday, September 15, 2017

Arti kehilangan sesungguhnya


Sore sedikit mendung, aku dan Mama berdiri diteras rumah mengantar saudara untuk pulang ke kota masing-masing, 10 hari setelah lebaran.
"En, jangan pulang dulu ya."
Aku tak menjawab,memandang wajah mamaku yang mulai menua.
Memang dari awal aku berniat, pulangnya akhir bulan Juli, sudah biasa,  aku selalu pulang terakhir. Lagian saudara yang lain, anak-anaknya akan kembali bersekolah di hari Senin.




Dari dulu,  selalu nggak tega melihat Mama tiba- tiba ditinggal anaknya semua, pasti langsung sepi, makanya aku selalu pulang terakhir. Sekali lagi, nggak tega, padahal urusanku juga banyak di Bogor.

Tuesday, August 22, 2017

Lebaran Terakhir

25 Juni 2017, 1 Syawal 2017

اللهُ أكْبَرُ, اللهُ أكْبَرُ, اللهُ أكْبَرُ
 لا إِلهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ
 اللهُ أكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ

"Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar, 
Laa illaa haillallah-huwaallaahuakbar
Allaahu akbar walillaahil hamd'."


" Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar, Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar Allah maha besar dan segala puji bagi Allah. "

Suara takbir mengaung di mana mana, hari kemenangan bagi kaum muslimin di seluruh dunia.

Udara sejuk di desa Cikalahang, menyambut kebahagian tak terhingga.
Dua hari kami anak, mantu, cucu keluarga alm Bapak H. Uu Suminta dan HJ. Ade Kusminie sudah datang satu persatu.
Kerinduan untuk pulang, tradisi mudik untuk menyambung tali silaturahim.
Apalagi, kami hanya punya satu orang tua saja, Mama.
Itulah mengingat rindu kami sebagai anak.

Sejak sehari sebelumnya, dapur sudah mengebul.
Aroma rendang daging buatan Mama menyeruak di kemana-mana. Ketupat siap direbus dan digantung agar tahan lam.
Selain rendang, di sediakan sop daging masak jawa, kue dan salad buah.

Pukul 06.00 Semua bersiap ke masjid Al Hidayah ds. Dukupundang. Masjid yang didirikan alm. Bapak.
Lebaran ini saya berhalangan, cukup dirumah mempersiapkan makanan.
Sebelum makan, di sunnahkan untuk makan terlebih dahulu, baru berangkat ke masjit untuk sholat Ied Fitri.

Mama menyuruh cucunya membawakan kursi untuk sholat.
Mama tidak kuat berdiri lama.
Alhamdulilah kami bisa bertemu kembali lebaran tahun ini.
.
.
.

Seusai sholat Idul Fitri, sebelum tamu datang, menjadi tradisi keluarga, kami berkumpul di ruang keluarga.

Mama duduk di kursi kayu panjang, anak-anak  akan berdiri menunggu giliran untuk saling bermaaf-maafkan. Biasanya kami saling mencium kiri dan kanan, berpelukan dengan erat. Sesuatu yang terjadi dua kali setahun saat lebaran.

Monday, June 26, 2017

Mungkin, Dia Cemburu

Wanita itu menghembuskan asap rokok dengan kasar, ada gelisah di wajahnya.
Aku duduk di samping, menjaga jarak sebagai orang baru...dan hanya diam mendengarkan semua ceritanya.

Kemudian di hari selanjutnya, aku hanya membaca curahan hatinya melalui pesan.
Aku hanya meng -iyakan.
Membiarkan dia bercerita.
Sebenarnamya aku sedang mengujinya.
Ingin mengetahui siapa dia.
Mendalami hatinya.
.
"Orang bilang, kami punya sifat yang sama, ibarat kata, aku versi perempuannya, kami sama."
Mendaulat diri sebagai teman hampir 20 tahun terakhir, hingga dia seyakin-yakinnya,  mengenal sahabatnya.

"Kami pernah sama sama ke Yogja, tidur sekamar, bahkan orang menyangka dia suami saya," lanjutnya, ada senyum dibibir saat mengenang masa itu.
Padahal, aku sekuat hati menekan perasaanku,
dia sering memanggil: suamikuuuuu

"Dia bilang, aku ini teman yang mahal, sulit disentuh. Suer, kami nggak pernah tidur."
Aah...apa dia ingin disentuh? Sepertinya.
Biasanya, kalau pulang, selalu kemari, dia tidur di kost ku, sejak ada kamu malah nggak lagi.
.
Mungkin dia sedang cemburu.
"Kalau ada yang suka denganmu, mending pilih aja yang itu. Kamu nggak tau sifat aslinya." Itu sarannya.
"Ingat ya, sebagai orang yang lama single, kami saya perasaan. Paling nggak suka ditanya-tanya, kemana dimana. Pokoknya jangan ganggu aja. Yakin deh, langsung dia tinggal tuh pacar yang sukanganggu privasi."
Dan aku tak berkemih.
.
Lalu hatiku penuh gemuruh. Aku tau, dia mencintai teman dekatnya, yang kini jadi kekasihku.
Dia cemburu.
Dengan aku.

Wajarlah, aku bisa menebak kecintaannya. Masa fotonya pun dengan yg disebutnya 'suami'
Apa tidak ada foto lelaki lain.
.
Kadang, seorang sahabat 'merasa' lebih mengenal sahabatnya, hingga dia lupa bahwa dia bercerita dengan kekasihnya.
Kadang, seorang lupa, sekalipun berteman puluhan tahun, merasa dekat akan  berbeda dengan kekasih.
Sekalipun mengenal hanya sebulan, semua terasa dekat.

Ketika aku bicara cemburu.
Kekasih hanya bilang.
"Cape deh!"

Ternyata, kalimat itu sangat menusuk hatiku.
Kau anggap apa aku.
Tak berhak 'cemburu'

Entah untuk berapa lama lagi, kau menyelami hatiku.

Saturday, May 6, 2017

Syariat Mang Samin Mencari Buah Hati

Mang Samin dari desa Bobos mengantar beras langsung ke rumah, sesuai pesanan ibu. Mang Samin dikenal Samin Pare, dia meneruskan usaha bapaknya, tukang kulakan pare. 
Keluarga kami mengenalnya dengan baik, pria ceking itu duduk di teras sambil bercerita pengalaman hidupnya, jatuh bangun usaha, dan ikhtiar memperoleh keturunan. Hal yang paling menyedihkan dalam hidupnya, semua anak meninggal sewaktu bayi, itupun bertahan sampai usia bayi satu bulan.
Perjalanan panjang  syariat mencari buah hati dilakukannya, yang utama meminta kepada Allah dan doa orangtua, syariat yang tidak mesimpang dari ajaran agama.
Mendengar cerita Mang Samin, sebenarnya, percaya dan tidak percaya. Seperti cerita di tulisan majalah mistik, ternyata cerita itu ada, bukan sekedar cerita fiksi.

Friday, April 28, 2017

Jangan Biarkan Rindu itu Hilang

"Kamu selalu menghubungiku, seperti tak mengenal waktu. Aku perlu waktu privat untuk diriku."
Kalimat itu memukul hatiku.
Begitukah sikapku.
Apa aku terlalu menganggumu ?

Sunday, March 5, 2017

Suara Seksi Perempuan itu...

Menjalin hubungan jarak jauh akan berjalan mulus ketika masing-masing berkomitmen untuk menjaga kesetiaan.
Apalagi pertemuan hanya bisa dilakukan setahun dua kali, itupun hanya sebentar.
Tak mengapalah, kemajuan tehnologi digital menbuat jarak jauh menjadi dekat.

Suatu ketika, ketika kami bertemu.
"Siriii" bisiknya pada ponsel disampingku.
"Siri, where are you?"

Monday, October 31, 2016

In Memories My Cat, Merry Mouse

Merry Mouse, dia bukan tikus tapi seekor kucing. Sekalipun kucing liar tetap kuberi nama yang manis, Merry, lahir di hari Natal, 25 Desember 2014.
Boneka Merry Mouse produksi, Lolitoti Huis
Induk Merry, kunamai; Pusi, seekor kucing yang sangat liar. Hampir tidak bisa disentuh, hissing dan suka berlari ketakutan. Anehnya, Pusi tak pernah pergi kemana-mana, selalu berada di sekitar rumah. Nggak tega rasanya membiarkan hidup terlunta apalagi tubuh Pusi kurus kering, aku rutin memberi makan padanya. Ku anggap aja, kucing peliharaan, walau tak bisa menyentuhkan, apalagi dibelai, taunya minta makan.