Thursday, December 19, 2013

BENCI TAPI KANGEN..CILAKA SEKALI.


Sinar lampu temaran dan standing applause hadirin mengakhiri puisi monolog, sekaligus peluncuran buku puisiku. Dari atas pentas, aku melihat sepasang mata lembut bersinar tajam.
Ia memandangku. Aku berpikir, apa dia kagum dengan monologku atau sebuah pancaran aneh?
Menganggu konsentrasiku saja. Jelas aku ingat, itu wajah yang kukenal dari sebuah foto.
Oh...Yaaaa wanita itu.