Saturday, October 10, 2020

Kenapa harus dibuang, bayi kucing itu.

10-10- 2010
Tanggal cantik di hari Sabtu.
Masih ingatkan, lima ekor bayi yang induknya mati mendadak Rescue Kitten

Dua ekor dipelihara di rumah bu RT yang antusias merawatnya(dalam hati sedikit ragu). Aku tau persis, kucing miliknya bernama si Uno jantan, sudah ku steril, diam-diam dibuang.
Padahal sering minta dry food ke aku dan bu Heni kalo kehabisan.
Kucing anaknya bu RT pun,  dulu mau diserahkan ke aku, nggak sanggup pelihara, aku bilang cobalah dirawat aja. Cuman satu. Namanya Miko, tadinya di rumah anaknya, kemudian ditaruh di rumah bu RT... Aku perhatikan si Miko tak terurus, berkelana kemana-mana.

Lima bayi ini, dua ekor dipilih sendiri oleh anak bu RT,  yang paling bagus. Sisanya tiga aku pelihara, tiga jantan: Thomas, Dolly dan Bubu.
Ketiga bayi, aku pelihara dengan limpahan kasih sayang. Karena takut mencret, aku kasih Royal Canin...Selalu terbayang induknya yang telah tiada, jadi selalu berdoa agar mereka sehat dan panjang umur...ini kan titipan Allah yang harus dijaga.

Kadang, aku berpikir...bagaimana khabar ke dua kucing di bu RT?
"Aku rendemin whiskas trus kalo sudah lembek dicampur sarden," Bu RT bercerita dengan antusias tentang si Ciko dan Ciki.
Aku bahagia sekali, berharap ada kelembutan di hatinya, karena merawat bayi yang kehilangan induknya.
Besar harapanku, kucing kecil itu terawat baik.
"Kalo mau pup ditaruh dilapangan ada pasir di sana. Trus masukin kandang
. Repot juga sih kalo mau le kampung. Mau titip kemana," keluhnya," 
Itu Ciki suka ngenyot daging tumbuh di Ciko,"lanjutnya
Daging tumbuh?

Membatinlah aku, lhaaa di rumahku ada 15 ekor. Kalo bepergian ada cat sister yang kusuruh datang setiap hari. Tak pernah aku merasa berat.
Soal perkucingan, satu aja kuncinya: IKHLAS
Yakin, semua ada rezekinya.
.
Tanggal yang cantik, tepat 40 hari bayi kucingku.
Jam 11 siang, cuaca mendung. Segera aku ke atas, memgambil jemuran.
Entah mengapa, ada yang mengerakkan hatiku untuk melihat ke jendela.

Ya Allah, dua bayi kucing, berjalan kebingungan. Menyelip masuk ke pagar tetangga depan. Sebenarnya, aku tidak pernah melihat dua bayi di bu RT.
Tapi aku yakin melihat bulu-bulu panjang itu.
Spontan terteriak menyuruh anakku mengambil dua ekor bayi kucing

Kasihan, bulunya kotor dan  badannya bau. Rupanya mencret parah. Ya iyalah, pakannya aja sembarangan.
(Beginilah nasib kucing yang dicintai saat lucu, saat sakit, dibuang...mencintai nggak dengan hati).
Kusodorkan semangkuk wet food, keduanya lahap menghabiskan (sepertinya belum makan). Ngedotnya susu juga pintar.
Kuperiksa..ternyata itu bukan daging tumbuh, tapi tititnya Ciko...aih!
.
Menangis melihat keadaan ke dua bayi ini.
Untuk sementara mengurangi mencret (sapa tau mampet)  aku kasih Lacto-B selain vitamin juga memadatkan kotoran bayi ini.
Trus di dot in agar nggak dehidrasi.
Karena masih kecil dan agak demam, hanya di lap tisu basah dan dikeringkan.

Besoknya aku bawa ke  Puskeswan, ditetes obat diare dan diberi vitamin.
Si Ciki berganti nama jadi Liliana dan Ciko menjadi Arjuna (Juna) karena gantengnya luar biasa.
(Foto diambil setelah dirawatku di usia sekarang 46 hari.)
Ke lima saudara (Thomas, Dolly, Bubu, Juna dan Lili) kini bersama lagi, ada Mama Una (induk penganti) yang sayang pada mereka, walau nggak bisa disusui, Una sudah steril. Ada Paman Uning, yang sangat menyayangi bayi-bayi kucing. Sempurnalah kebahagiaan ini

Lili dan Juna sudah mulai disiplin pup dan pip di pasir kucing (litter box)...walau masih sedikit bandel, maklumlah sejak awal pup dan pip dibiarkan.
Perlu waktu memberhentikan Lili (karena selama ini dibiarkan) ngenyot tititnya Juna yang disangka puting mamanya.
Lili, betina sendiri, tubuhnya bulat kecil, lembut sekali, Ya Allah...sayangku pada kelima bayi ini berlimpah-limpah.
Ya Allah, pasti ada maksud dibalik semua ini. Kadang suka bertanya. Pasti ada kebaikkan didalam setiap peristiwa.
Hamba Ikhlas.

-Mamak Een-
#Ucing_sae

No comments:

Post a Comment