Friday, April 3, 2015

Tetap saja, Aku Rindu.

Kutitip kan ya, Kang
sekantong rindu
sejumput kepercayaan
satu lagi....
kesetiaan.
"Dik, kenapa cuma sejumput kepercayaan?"
 

Heran, Mul memandang Yun.
Karena kepercayaaan, adalah amanah.
walau sedikit, tak boleh di ingkari.
Kepercayaan bagian dari orang yang baik dan tidak munafik
sedikit saja cukup.
banyakpun percuma, jika kau lalai.
Sebelum, lelaki itu berkemas.
Yun, bertanya pelan.
"Kang, apa Rindu?"
Tak usah kau tanya dan sering kau sebut, dik....semua letaknya disini, disini.
Ditunjuknya, Hati lalu kening.
"Cuman kamu, tidak ada yang lain, Percayalah..."
Aku bukan, Lelaki penghambur janji.
manis di bibir, memabukkan.
Aku bukan pula memberi harapan.
karena akan membuat kecewa
Percayalah.
Rindu ini hanya untukmu.
Pemilik mata sayu.
[senyap sejenak, meresapi]
Kang, aku rindu?
Belum ku pergi, kau sudah rindu.
bagaimana jika jarak memisahkan.
"Simpan rindumu, Dik."
Aku tak perduli.
Aku rindu.
Sore-sore, rinai menghias jingga
semburan asmara.
memang luar biasa
***

No comments:

Post a Comment