Wednesday, November 13, 2019

Ketika Kucing Memilih Jalan Hidupnya

Dua hari ini hujan deras hingga malam.
itupun aku keluar rumah membawa dry food untuk Emilie.
Kucing pendiam itu tak menyahut.
Malam ini, hujan turun, aku tetap pergi berpayung dengan semangkuk makanan.
Berkali memanggil namanya.
Miliiiii, Emiliii.

Hening.
Akhirnya, aku duduk di warung pinggir, sabar menunggu.
Tiba-tiba, suara yang sangat ku kenal, Emilie.
Makan di kebon belakang

Jarang-jarang dia keluar mendekat kekumpulan orang, kucing ini penakut. Pasti dia sangat lapar.Segera ku taruh makanan berlahan, kalo tidak Emili akan lari ketakutan.
Kucing betina ini sudah dua tahun minggat dari rumah sejak ada kucing baru di rumah, Lolita yang beranak di teras. Emili tidak menerima kedatangan teman baru. Ia memilih hidu di luar rumah.
Awalnya, ia masih takut-takut pulang, hanya sekedar makan.
Langsung kutaruh dikamar supaya betah.
Ditinggal sebentar, Emilie, sudah kabur kembali.
Sedih...
Lama kelamaan Emilie tak mau pulang.
( Baca tentang Emilie )
Sejak itu, aku dan anakku Ica rutin memberinya makan di luar, berpesan pada lingkungan dimana Emilie bersembunyi. Kadang di rumah gedung yang teramat sepi.
Jangan memukulnya. Kenyataan Emili mirip hantu, jarang terlihat dan selalu bersembunyi.

Malam ini, sambil mengunyah, Emilie melahap makanan dengan mengeluarkan suaranya..
Lalu aku beranjak pulang, ia tetap berdiri di ujung jalan...masih lapar.
Berlari aku pulang, menuang dry food semangkuk penuh lagi dan sepotong besar tongkol.
Kucing itu tetap menunggu di ujung jalan, sepertinya tau aku akan datang lagi.
Benar, ia sangat kelaparan. Diantara hujan sambil berpayung, jam 21.00...hanya aku yang ada disitu, memandang pedih kucing kesayangan itu. (Baca: Emilie Penyendiri)
Pulang ke rumah yuk, Mili.
Kadang kita tak bisa berbuat apa-apa, kucing pun dapat memilih jalan hidupnya, tetap di dalam rumah, atau pergi dan bersembunyi.
Mengapa kucing memilih hidup di luar rumah.
- Cemburu dengan kucing baru di rumah
- Merasa terancam
- Tipe kucing, penyendiri.
- Takut
Apapun upaya untuk membuatnya kembali, dengan terus membelainya seperti pada Bonie. Tapi Emilie, bersikap melawan, mengigit kalau dipegang. Hingga aku tak bisa memaksanya untuk pulang.
Demi dikau sayangku, setiap malam, aku selalu memberinya makan, itupun kalau suasana sudah sepi sekali sekitar jam 8 malam keatas, baru Emilie muncul.
Pagi hari, Emilie akan bersembunyi. Entahlah, ini sifat diturunkan dari ibunya, Pusi, hingga saat ini, induknya pun tak bisa aku pegang.
Emilie, jika itu pilihanmu, bebas berbain di alam luas.
Pandai/pandailah menjaga diri.
Aku tetap memberinya makan setiap hari, bagaimanapun, engkau adalah bagian dari keluarga ini.
Doakan, kelak Emily mau pulang ya
Hampir dua tahun, Emily seperti ditelan bumi. Dimana berada ...Mungkin, ia telah berlari di antara pepohonan di taman Firdaus, tak.ada lagi rasa cemas.

Pergilah, sayangku




No comments:

Post a Comment