Dan berjumpa seorang teman.
Kalimat tanpa spasi. Aku hanya ingin menulis dan terus menulis, tentang kucingku, cerita hidupku dan semuanya.
Saturday, June 11, 2016
Takut Kasmaran
Dan berjumpa seorang teman.
Friday, May 13, 2016
Kadang
Ingin berlari.
meninggal jejak
menghapus luka.
Ingin berlari
berhenti, tegak berdiri.
Tak ada tempat bersandar
hanya kepada Allah.
Ingin berlariii
Thursday, February 11, 2016
Tuesday, December 15, 2015
Merindu ke Pagian
Meluap kata cinta
Persetan untuk diucapkan.
Tak lagi angin ku hembuskan.
Tak perduli
biarlan embun memudar
Terbang di bawa mentari
tak lagi ku merindu
sudah kubuang asa
bawa sana
tak lagi dipagi ini
Merindu, sia sia
tak pernah pula menyapa
mungkin
Untuk sejenak merenung
Jalan mana yang di pilih.
merindu terlalu pagi.
sampai kapan.
Wednesday, September 16, 2015
Menunggu
Menunggu.
lelah
menunggu
ragu.
hampa semuanya.
apa yang dicari?
menunggu
ketika denyut kasmaran
tak terasa
menunggu
lelah
menunggu
ragu.
Duhai, yang tak tau rasa.
Tunggu jawabanku
menunggu
atau, tetap menunggu
atau berlalu.
Thursday, August 6, 2015
Purnama muram
Bulan menunggu purnama
Menanti waktunya tiba.
terasa lama
merindu.
Nyatanya, tak ku duga.
aku bermuram dalam sinarku
kau...
besenang.
kau yang tak merindu seperti aku
Berliburlah.
berselancar.
pilihan, bukan untukku
bulan separuh bayang
muram
Saturday, August 1, 2015
Serendipiti: Awal Januari Lalu
Tuhan menjawabnya di awal Januari.
Doa-doa panjang kulangitkan setengah usiaku.
" Tuhanku, pertemukan aku pada seseorang yang mencintai, apa adanya"
Kubisikkan rasa rinduku, pada Tuhanku
Entah kepada siapa, seseorang itu.
bertemu denganmu.
Tak kuduga,
tak pula kucari
semua begitu saja terjadi.
Awal Januari, kau jawab sapaan.
Cara bicaramu padaku.
membuatku melangit.
menuju angkasa hingga nirwana.
Aku ingin terbang berjumpa denganmu.
Melihat sosok dan senyumku.
Aku ragu, maukah kau bertemu?
Aku tiba, dalam perjalanan panjang.
Sore itu, aku berdebar, gelisah.
Adakah yang menjemputku?
itupun, aku tak dipenuhi debaran.
Friday, July 24, 2015
Tuesday, July 21, 2015
CINTA
Jangan tanya lagi.
Kenapa aku mencintaimu?
seperti juga kau,.
tak bisa menjawab.
setiap daku bertanya.
Cinta.
tak perlu sejuta kata
"aku mencintaimu."
Cinta, perlu tindakan bukan kata merayu.
namun aku, wanita.
sekali, katakan pula kata merayu.
katakan pula , cinta.
wanita tetap wanita.
bahagia di saat, dicinta dan mencintai.
Cinta.
Monday, July 20, 2015
Friday, July 10, 2015
Melintas Parit Kecil
melintas di sana, setiap pulang sekolah.
Parit itu digenangi air mengalir.
dangkal, berlumpur halus.
seperti matahari.
kelopaknya berwarna kuning
sari bunga bundar kecoklatan.
berbau sengit, berdaun duri
rimbun di sepanjang parit.
Thursday, July 9, 2015
Sunday, July 5, 2015
KALAH
Kalah pada kehidupan setelah 22 tahun.
Runtuh sudah ketegaran.
Kenapa?
Tak lagi mengeluh pada manusia.
Aku hanya menunggu jawaban dari Allah.
Tuesday, June 23, 2015
Entah...Bingung, Diam, Hening.
entah, tak tau rasanya.
sebuah pertanyaan di sudut hati.
tak berani bertanya.
sebab, tak sanggup mendengarnya.
Diam, hening.
Tuesday, June 16, 2015
Darling, ini cerita tentang Bapakku
Diam, dan dengarkan saja.
Sosok tauladan dalam hidupku.
Lelaki Jawa tengah.
Menikahi ibuku, asli Cimahi.
Makanya, Bapak betah di leuwi gajah.
Bapakku, tegas dan sederhana.
Tak suka marah.
Aku sangat menghormati.
Dia, adalah bapakku.
Monday, June 15, 2015
HUJAN RINDU
"Neng, hari ini aku merasa lelah. Badanku sakit semua...Udaranya ekstrim. Pagi dingin, siangnya terlalu panas. Sore cerah. Berubah-ubah."
Yun membaca pesan di malam itu. Hatinya pilu, tiada bintang di langit menambah suram.
"Saredih, nggak ada yang mijet."
Pesan beruntun masuk.
"Akang sakit? sudah minum obat?" tanya Yun, terbayang lelaki itu meringkuk sendiri, nun jauh di belahan barat dunia.
"Nanti sembuh sendiri, sigana kudu ke Indonesia." keluh Mul.
"Sabar, atuh. Kumaha deui?" rayu Yun.
"Heudeuhhhh...judul laguna, aku terpuruk di sini..."
Lalu, Yun dan Mul tertawa bersama.
Hilang semua rasa sakit dengan mencurahkan perasaan, walau hanya lewat pesan. Hanya itu yang bisa di lakukan...Benua yang berbeda.
"Kang, urang sakit," bilang Yun.
"Hah!!! sakit noan, Neng?"
"Sakit rindu" jawab Yun sambil tersenyum.
"Ahhhh, kamu mah siga ABG"
"Cepat pulang....Lila teuing di dinya,"
"Kumaha deui atuh...gawe."
"Judul laguna, terpuruk aku di sini," balas Yun yang sama dengan Mul.
Mul, lelaki itu semakin gemes.
Seketika sakit badannya sirna. walau hanya berkata lewat pesan. Semua begitu indah. Sore di Swiss, malam di Indonesia. tak menjadi masalah.
Yun dan Mul, jarak mereka yang begitu jauh, namun hati mereka begitu dekat.
"Hujan nggak disana?" tanya Mul sambil bersiap berangkat kerja.
"Nggakk, Kang"
"Di sini hujan"
"Loh, katanya udara cerah. Kok tiba-tiba hujan?" Yun merasa heran.
"Hujan rindu"
Yun tersenyum membaca pesan itu.
"Neng...berangkat dulu ya, aku sudah sehat. Nih! kukirim, lagu hujan rindu.
Tau nggak penyanyinya?"
"Nggakkk," tiba-tiba pesan masuk, lagu Hujan rindu, penyanyi Hari Mukti.
Selalu ada cara dibuatnya untuk Yun. Lelaki yang tak romantis, kadang sedikit aneh.
"Pria aneh yang ngangenin."
Kembali Yun tersenyum.
Benar, di sini sedang hujan.Derasss.
beribu hujaman di kalbu.
Hujan rindu.
Yun menghapus bening air matanya.
Kutetap merindu, dan menunggu.
Sampai kau kembali
Cikalahang, 14 Juni 2015.
Sunday, June 7, 2015
KEHAMPAAN
Suara lalu lalang begitu bising.
Dibangku taman, Laila duduk.
Hampa dan sendiri.
Tiba-tiba, semua melintas dalam benaknya.
Dinding penuh kerlip kuning gading.
Rambutnyaa berhias kembang goyang.
Jemarinya yang selalu dipuja kekasih hati
"Dik, jarimu berujung lancip," puji Sopian. Kala berdua, saat mereka bertemu.
Saturday, May 30, 2015
Wednesday, May 27, 2015
Lima Menit
sambil menunduk...
memperhatikan seluruh gerak
kerling sekedip.
tarikan nafasmu tak tentu
hembusan bakau...huh!
gelisah, seteguk kopi
tak jua menyembunyikan
seluruh gejolak hati.
kau, dalam lima menit.
aku di sini.
sekedip
mengerling di ujung mata






