Betapa lama aku menantimu.
Tuhan menjawabnya di awal Januari.
Doa-doa panjang kulangitkan setengah usiaku.
" Tuhanku, pertemukan aku pada seseorang yang mencintai, apa adanya"
Tuhan menjawabnya di awal Januari.
Doa-doa panjang kulangitkan setengah usiaku.
" Tuhanku, pertemukan aku pada seseorang yang mencintai, apa adanya"
Kubisikkan rasa rinduku, pada Tuhanku
Entah kepada siapa, seseorang itu.
Ternyata, aku harus sabar menanti.
bertemu denganmu.
Tak kuduga,
tak pula kucari
semua begitu saja terjadi.
bertemu denganmu.
Tak kuduga,
tak pula kucari
semua begitu saja terjadi.
Serendipiti.
Awal Januari, kau jawab sapaan.
Cara bicaramu padaku.
membuatku melangit.
menuju angkasa hingga nirwana.
Awal Januari, kau jawab sapaan.
Cara bicaramu padaku.
membuatku melangit.
menuju angkasa hingga nirwana.
Kau, tau, duhai.
Aku ingin terbang berjumpa denganmu.
Melihat sosok dan senyumku.
Aku ragu, maukah kau bertemu?
Serendipiti
Langit bumi Pajajaran, cerah.
Aku tiba, dalam perjalanan panjang.
Sore itu, aku berdebar, gelisah.
Adakah yang menjemputku?
Aku tiba, dalam perjalanan panjang.
Sore itu, aku berdebar, gelisah.
Adakah yang menjemputku?
Seumurku, aku datang dan pergi sendiri.
itupun, aku tak dipenuhi debaran.
itupun, aku tak dipenuhi debaran.
Ah! serendipiti.
Ada wajah yang kurindu.
Tak kusangka...Ia menungguku.
Plak! ingin kutampar wajahku.
sakit...aku bukan bermimpi.
Meringis sendiri.
Tak kusangka...Ia menungguku.
Plak! ingin kutampar wajahku.
sakit...aku bukan bermimpi.
Meringis sendiri.
Senyum yang sama kulihat.
Rupa yang tak berbeda.
Kau, jawaban dari doaku.
Rupa yang tak berbeda.
Kau, jawaban dari doaku.
Kini, kembali kulangit doa.
Agar, kami selalu bersama.
Agar, kami selalu bersama.
Maret, 2 tahun 2015.
*Serenpiditi
Menemukan yang menyenangkan.
Sesuatu tak bermaksud mencarinya.
Sumber foto ; Malik Artan
No comments:
Post a Comment