Kalimat tanpa spasi. Aku hanya ingin menulis dan terus menulis, tentang kucingku, cerita hidupku dan semuanya.
Monday, May 25, 2015
Friday, May 22, 2015
Friday, May 15, 2015
Thursday, May 14, 2015
Rosen für Sie
"Liebe..."
Yun menarik nafas, pesan pendek dari Mul. Dua puluh empat jam, sengaja Yun tak menyapanya. Apa Lelaki itu ingat dengan dirinya, kangen atau apa kek.
Sekali-kali, Yun mendiamkan. Walau, jujur, gemuruh di hati, rasanya mau meledak.
Beberapa menit kemudian.
"Kok cuman dibaca, enggak di balas? Ada apa?...Liebe."
Pesan singkat, masuk kembali.
Yun, tersenyum membacanya. Sengaja, ia membiarkan, tak ia jawab. Ternyata, Lelaki itupun gelisah.
"Leibe, aku cape di jalan. Ini di gunung. Daerah Perancis Barat. Enggak ada signal."
Yun tetap tak menjawab.
Tiba-tiba, telepon mendering. Kringg!
Yun menjawab pelan. Terdengar di ujung telepon, suara besar dan mengema.
Mul mulai menjelaskan, berbagai alasan, mengapa tak memberi kabar.
Yun menjawab pelan. Terdengar di ujung telepon, suara besar dan mengema.
Mul mulai menjelaskan, berbagai alasan, mengapa tak memberi kabar.
Wednesday, May 13, 2015
SIDANG PERTAMA DALAM HIDUP
Saat terindah dalam hidup adalah tangis di saat pernikahan.
Tangis kebahagiaan, memegang erat pujaan hati dalan kemurnian cinta.
Perawan dan bujang bersatu dalam mahligai rumah tangga yang diimpikan bersama.
Tangis seorang gadis dalam kebahagian cinta teramat sangat, cinta pertama dan terakhir pada pilihan hati. Semoga lekang hingga menua bersama.
Tangis kedua bagiku, saat melahirkan pertama, anak tersayang. Mendengar tangisnya pecah bertanda bayiku lahir sehat Tangis yang membahagiakan sebagai seorang ibu.
Tuesday, May 12, 2015
Meretas Rindu
:: Ketawang Gede, lepas panen.
Berlari riang bersama angin
ikan kecil mengejek sinis
aku selalu tak sanggup menangkapnya.
kupu-kupu melayang tinggi
pipitpun tak perduli
mematuk bulir sisa padi
ikan kecil mengejek sinis
aku selalu tak sanggup menangkapnya.
kupu-kupu melayang tinggi
pipitpun tak perduli
mematuk bulir sisa padi
Berlari meniti pematang
meninggal jejak di lumpur
bermain air mengepul keong
Merebusnya diberi garam
tak pernah berpikir, itu racun.
Buktinya, aku tetap hidup!
meninggal jejak di lumpur
bermain air mengepul keong
Merebusnya diberi garam
tak pernah berpikir, itu racun.
Buktinya, aku tetap hidup!
Monday, May 11, 2015
Subscribe to:
Posts (Atom)




